24 Kecamatan di Kabupaten Bogor Masuk Zona Rawan Bencana

BOGOR,Denting.id— Sebanyak 24 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk dalam kategori zona rawan bencana berdasarkan data kebencanaan tahun 2025. Jumlah tersebut mencakup lebih dari separuh total 40 kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar 15 menit, namun menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur.

“Berdasarkan data kebencanaan tahun 2025, terdapat 24 kecamatan dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk kategori rawan bencana. Karena itu kami terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi di seluruh wilayah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat, Kamis (12/2/2026).

Angin dilaporkan datang dari arah selatan, melintasi kawasan permukiman menuju area stadion dan berputar di sisi utara gedung.

Dampaknya, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk atap fasilitas yang tengah dibangun. Sejumlah pohon peneduh di sepanjang jalan sekitar stadion juga dilaporkan tumbang.

Dalam kejadian tersebut, satu warga mengalami luka ringan akibat tertimpa tenda yang roboh di area stan makanan.

Korban mengalami luka sobek dan lecet di bagian tangan serta telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, dua kendaraan mengalami kerusakan berupa pecah kaca akibat terpaan angin kencang.

“Angin berlangsung kurang lebih 15 menit. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya satu orang luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan,”jelas Ade Hasrat.

Pemerintah daerah langsung melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Pembersihan puing-puing dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan olahraga, tetap berjalan.

Selain peristiwa di Pakansari, banjir juga terjadi di Desa Cijayati dan Desa Bojongkoneng.

Di Bojongkoneng, banjir sempat menjadi perhatian setelah sebuah mobil terseret arus akibat tanggul saluran air yang diduga jebol. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Petugas juga bersiaga di wilayah Gunung Putri menyusul meningkatnya debit air dari hulu Sungai Cikeas dan Cileungsi.

Hingga dini hari, ketinggian air dilaporkan hanya mencapai semata kaki dan tidak memasuki permukiman warga.

“Kami terus melakukan mitigasi dan membagi tim siaga di beberapa titik. Harapannya, setiap potensi bencana dapat ditangani cepat agar dampaknya bisa diminimalkan,”ujar Ade Hasrat.

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah antisipasi mengingat sebagian besar wilayahnya berada dalam peta rawan bencana.

Mungkin Anda Menyukai