Aksi Jumsih Besar-besaran di Surya Kencana, Pemkot Bogor Bongkar Lapak PKL yang Tutup Pedestrian

Bogor, Denting.di – Kawasan ikonik Surya Kencana menjadi sasaran aksi Jumat Bersih (Jumsih) besar-besaran yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat umum, Jumat (13/2/2026).

Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dan Sekda Denny Mulyadi turun langsung memimpin penyisiran sampah dan penataan di sepanjang Jalan Surya Kencana, Jalan Pedati, hingga kawasan Lawang Saketeng.

Dalam aksi tersebut, petugas gabungan fokus melakukan penataan pedestrian dengan menertibkan kayu-kayu dan terpal milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menyerobot jalur pejalan kaki. Saat penataan berlangsung, petugas menemukan banyak tumpukan sampah yang sengaja dibiarkan oleh para pedagang hingga membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap.

Temuan ini memicu teguran keras dari Wali Kota yang meminta semua pihak menghargai upaya kota dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan.

Dedie Rachim mengingatkan para pendatang maupun warga yang berniaga di Bogor untuk memiliki rasa memiliki terhadap kebersihan kota. Ia menekankan pentingnya ketaatan pada aturan demi mempertahankan predikat Adipura.

“Oleh karena itu, mereka yang datang ke Bogor harus ingat di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Boleh mencari nafkah, tetapi jangan mengotori, jangan membuat Kota Bogor semrawut dan kumuh. Saya minta pedagang tertib mengikuti aturan Kota Bogor. Kita bersusah payah untuk mendapatkan dan mempertahankan Adipura,” tegas Dedie Rachim di sela aksi Jumsih.

Lebih lanjut, Dedie menyoroti sikap egois sebagian pedagang yang hanya mengejar keuntungan tanpa memedulikan kenyamanan publik. Ia menyayangkan kondisi lalu lintas yang sering terhambat dan penumpukan sampah yang merugikan masyarakat luas.

“Selama ini pedagang hanya memikirkan diri sendiri. Berjualan mendapatkan keuntungan, tetapi sama sekali tidak memikirkan bahwa di balik itu semua ada urusan masyarakat yang terganggu. Kita ingin semua ikut sadar, jangan cuma memikirkan diri sendiri. Karena orang Bogor ingin kotanya bersih, kotanya indah,” sambungnya.

Penataan ini juga memiliki tujuan strategis untuk mendukung kelancaran pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Sterilisasi jalur di Jalan Roda, Jalan Bata, hingga Lawang Saketeng diperlukan agar truk tronton pengangkut puing bangunan dapat melintas tanpa hambatan.

Selain faktor kelancaran logistik, Dedie menegaskan bahwa penertiban pedagang di sekitar lokasi proyek merupakan langkah krusial demi keselamatan jiwa guna menghindari risiko terkena reruntuhan puing selama proses pembongkaran berlangsung.

Sebagai langkah berkelanjutan, Pemkot Bogor akan mengintensifkan program korve menjadi dua kali seminggu sesuai arahan regulasi nasional yang baru.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai