Denny Mulyadi Lantik 14 Pejabat Baru RSUD Kota Bogor: Tidak Ada Ruang Kompromi bagi Gratifikasi!

Bogor, Denting.id – Sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi yang bersih dan melayani, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, melantik 14 orang yang tergabung dalam Tim Satuan Pengawas Internal (SPI), Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UK PBJ), serta Unit Kerja Pemasaran. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah yang berlangsung di lingkungan RSUD Kota Bogor pada Jumat (13/2/2026) ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama jajaran Dewan Pengawas dan Inspektorat.

Dalam arahannya, Sekda Denny Mulyadi memberikan peringatan keras bahwa RSUD merupakan wajah utama pelayanan kesehatan Pemerintah Kota Bogor, sehingga setiap tindakan pejabat di dalamnya berdampak langsung pada kepercayaan publik.

Ia menegaskan bahwa jabatan yang diberikan adalah mandat strategis sekaligus sensitif yang menuntut tanggung jawab moral tinggi. Denny meminta Tim Pengadaan Barang dan Jasa untuk bekerja secara transparan dan berani menolak segala bentuk praktik menyimpang demi menjaga akuntabilitas setiap rupiah yang dibelanjakan.

“Oleh karena itu, tiga tim yang hari ini dilantik memegang peran yang sangat strategis dan sensitif. Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap gratifikasi, titipan, atau kepentingan pribadi. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administrasi, tetapi juga secara moral,” tegas Denny Mulyadi.

Ia juga menginstruksikan Tim SPI agar menjalankan fungsi pengawasan secara objektif untuk mencegah masalah besar tanpa keraguan dalam menyampaikan penyimpangan yang ditemukan.

Sisi komunikasi publik juga menjadi sorotan Sekda dalam pelantikan ini. Kepada Tim Pemasaran RSUD Kota Bogor, Denny meminta agar mereka mampu membangun citra positif rumah sakit dengan cara yang komunikatif dan adaptif namun tetap menjunjung tinggi etika.

Ia menekankan agar promosi layanan unggulan dilakukan secara jujur tanpa menyesatkan masyarakat.

“Tim pemasaran harus komunikatif, adaptif, berintegritas, serta tetap menjunjung etika pelayanan publik. Promosikan layanan unggulan, tetapi tidak berlebihan, tidak menyesatkan, dan tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Menutup prosesi pelantikan, Denny mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga soliditas tim dan menjadikan integritas sebagai budaya kerja utama. Ia menyatakan bahwa Pemkot Bogor akan terus melakukan evaluasi ketat terhadap kinerja para pejabat yang baru dilantik tersebut.

“Saya ingin semua yang dilantik hari ini bekerja disiplin, profesional, dan fokus pada hasil kerja nyata, bukan hanya laporan di atas kertas. Pemerintah Kota Bogor tidak akan ragu melakukan evaluasi apabila ditemukan kinerja yang tidak sesuai dengan amanah,” pungkasnya sebagai penutup peringatan bagi tim baru tersebut.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai