Jakarta, denting.id – Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, kawasan pecinan Glodok, Jakarta Barat, berubah menjadi lautan merah dan emas. Deretan lampion, angpao, hingga hiasan shio Kuda Api diburu pembeli, membuat pedagang musiman kebanjiran rezeki.
“Sejak awal Januari, pasar non permanen di Glodok mulai dipadati warga yang berburu dekorasi dan perlengkapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Momentum ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang pernak-pernik”, Minggu (15/02/2026).
Rahman, salah satu pedagang musiman, mengaku mampu mengantongi ratusan ribu rupiah per hari dari penjualan lampion, angpao, hingga hiasan meja berbentuk kucing dan tempelan dinding bergambar shio kuda.
Untuk harga, satu paket angpao isi enam dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp45.000, tergantung desain dan bahan. Lampion kertas tanpa baterai dijual Rp20.000–Rp35.000, sedangkan lampion gantung lengkap dengan lampu dan baterai dipasarkan sekitar Rp50.000. Adapun lampion akrilik dengan kabel panjang dijual mulai Rp150.000 hingga Rp250.000.
Pedagang lainnya, berinisial S, mengaku pendapatannya bahkan bisa mendekati Rp1 juta per hari menjelang puncak perayaan. Ia menjual angpao merah-emas mulai Rp15.000 per kemasan isi enam, sementara edisi khusus shio kuda dijual Rp10.000 per lembar. Hiasan pintu bernuansa merah dibanderol mulai Rp15.000 hingga Rp65.000 untuk desain dengan aksesoris keramik.
Ramainya pengunjung membuat kawasan Glodok semakin padat, terutama di akhir pekan. Pembeli diimbau menjaga barang bawaan seperti dompet dan telepon genggam serta tidak ragu menawar harga untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Akses menuju Glodok juga disarankan menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, taksi, atau ojek daring mengingat keterbatasan lahan parkir dan kepadatan lalu lintas.
Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan Selasa, 17 Februari 2026 sebagai libur bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili melalui Surat Keputusan Bersama lintas kementerian. Momentum tersebut diperkirakan semakin meningkatkan geliat ekonomi musiman di kawasan pecinan tertua di Jakarta itu.

