Jakarta, denting.id – Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, menyebut nutrisi menjadi fondasi penting bagi anak yang menjalani pengobatan kanker, terutama kemoterapi yang memiliki efek samping berat.
“Asupan gizi yang cukup membantu tubuh menghadapi efek samping kemoterapi dan menunjang pemulihan,” ujarnya Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, Minggu (15/02/2026).
Berdasarkan data Indonesian Pediatric Cancer Registry, tercatat 3.834 kasus baru kanker anak sepanjang 2021–2022. Angka tersebut menunjukkan kanker merupakan persoalan kesehatan serius pada kelompok usia anak yang membutuhkan penanganan menyeluruh, termasuk pemantauan status gizi.
Dedyanto menjelaskan kanker pada anak umumnya berkaitan dengan mutasi genetik, paparan polutan, serta pertumbuhan sel abnormal, dan tidak semata-mata dipicu oleh makanan yang dikonsumsi.
Namun demikian, kekurangan gizi dapat menghambat kelancaran terapi karena kondisi fisik anak menjadi tidak cukup kuat menjalani pengobatan. Pada tahap awal, kondisi ini ditandai malnutrisi yang bisa berkembang menjadi cachexia, yakni penurunan berat badan dan massa otot disertai gangguan metabolik.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini risiko malnutrisi dengan melibatkan dokter dan ahli gizi dalam proses pendampingan pasien. Pemberian makanan dalam porsi kecil namun padat nutrisi dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan energi selama terapi.
Sementara itu, Brand Owner Nutrican Yulius Denis Chrismaaji menyebut banyak pasien anak mengalami kesulitan makan akibat efek samping pengobatan seperti mual, muntah, dan sariawan.
Dalam kondisi tertentu, dukungan nutrisi tambahan dapat dipertimbangkan apabila asupan harian tidak mencukupi. Salah satunya melalui produk suplemen berbentuk susu yang diformulasikan khusus bagi pasien kanker anak.
Kalbe melalui produk Nutrican Xential menyatakan komitmennya untuk mendukung kebutuhan gizi pasien anak agar proses terapi dapat berjalan lebih optimal dan terarah.

