Tes Napas Ini Bisa Ungkap Bakteri Pemicu Kanker Lambung Sejak Dini

Jakarta, denting.id – Keluhan maag tak selalu sekadar gangguan lambung biasa. Di baliknya, bisa tersembunyi bakteri berbahaya yang berisiko memicu kanker. Pemeriksaan non-invasif bernama Urea Breath Test (UBT) kini menjadi andalan untuk mendeteksi infeksi Helicobacter pylori sejak dini tanpa prosedur yang menyakitkan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, menjelaskan UBT memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggi dalam mendeteksi infeksi bakteri H. pylori yang berkoloni di lambung.

“UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (14/02/2026).

Menurut David, selain untuk diagnosis awal, UBT juga digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi dan mendeteksi kemungkinan kekambuhan infeksi.

Bakteri H. pylori diketahui hidup di mukosa lambung dan memproduksi enzim urease yang dapat memicu gangguan seperti dispepsia, gastritis, hingga ulkus lambung. Pada tahap lanjut, infeksi ini berisiko menyebabkan limfoma MALT dan kanker lambung. Bahkan, badan riset kanker dunia telah mengklasifikasikan H. pylori sebagai karsinogen kelas I.

Penelitian terbaru juga menunjukkan infeksi bakteri ini berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya polip usus besar yang dapat berkembang menjadi kanker.

“Deteksi dan pengobatan dini sangat penting karena bisa membantu mencegah polip usus besar pada orang dewasa,” kata David.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Digestif dr. Mudatsir menjelaskan penanganan kanker saluran cerna bersifat individual, bergantung pada ukuran tumor dan penyebarannya. Jika belum terjadi metastasis luas, tindakan operasi dapat dilakukan secara kuratif untuk menurunkan risiko kekambuhan.

Ia menambahkan, skrining kanker kolon juga dapat dilakukan melalui tes darah samar pada feses (fecal occult blood test) dan penanda tumor CEA, yang bila mencurigakan dapat dilanjutkan dengan kolonoskopi.

Sebagai bentuk layanan terpadu, Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan pemeriksaan UBT, endoskopi, serta tumor marker saluran cerna seperti CEA dan CA 72-4. Layanan tersebut juga menerima rujukan dari rumah sakit di luar jaringan Siloam.

Dengan kemajuan deteksi dini seperti UBT, para ahli berharap risiko komplikasi serius akibat infeksi H. pylori dapat ditekan melalui diagnosis dan terapi yang lebih cepat serta tepat sasaran.

Mungkin Anda Menyukai