Lantik Pengurus PATRIN 2026-2031, Dedie Rachim: Atlet Disabilitas Adalah Kebanggaan Kota Bogor

Bogor, Denting.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perkumpulan Atlet Tuna Rungu Indonesia (PATRIN) Kota Bogor periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan khidmat di Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (17/2/2026). Kepengurusan perdana ini dipimpin oleh Zalfa Dhiyaulhaq, sosok inspiratif sekaligus atlet renang tuna rungu yang sebelumnya sukses mengharumkan nama daerah dengan raihan dua medali emas dan satu perak pada Peparnas XVI Papua 2021.

Di bawah kepemimpinannya, PATRIN membawa misi besar untuk mencetak atlet-atlet disabilitas yang mampu merajai podium tingkat daerah hingga internasional. Hadir langsung memberikan dukungan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa keberadaan PATRIN menjadi energi baru dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Hujan.

Dedie mengingatkan bahwa sebagai pengurus angkatan pertama, Zalfa dan jajarannya memegang tanggung jawab besar dalam melakukan pembinaan berkelanjutan. Hal ini krusial agar talenta-talenta muda tuna rungu di Bogor tetap setia membela kota tercinta dan tidak berpindah ke daerah lain karena kurangnya perhatian.

“Kota Bogor senantiasa memberikan kesempatan bagi atlet tuna rungu untuk berkiprah dan berprestasi. Pelantikan ini menjadi penyemangat, khususnya bagi penyandang disabilitas, bahwa mereka adalah bagian dari keluarga besar Kota Bogor yang sangat kami cintai dan banggakan,” ujar Dedie Rachim di hadapan perwakilan Dispora, Dinsos, serta pengurus PATRIN tingkat provinsi dan pusat.

Salah satu poin penting yang disampaikan Dedie adalah mengenai jaminan masa depan bagi para atlet. Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Keolahragaan Kota Bogor, pemerintah berkomitmen memberikan apresiasi nyata di luar bonus tunai.

Atlet disabilitas yang berhasil meraih capaian prestasi tertentu akan diberikan kesempatan emas untuk diangkat sebagai pegawai di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Bogor. Langkah ini diambil untuk memastikan kesejahteraan atlet tetap terjamin selepas masa pensiun dari dunia olahraga.

Dengan adanya payung hukum dan dukungan penuh dari pemerintah, Dedie berharap kebijakan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota PATRIN untuk berlatih lebih keras.

Kehadiran organisasi ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur olahraga yang inklusif di Kota Bogor, sehingga tidak ada lagi batasan bagi siapapun untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai