Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar diskusi terbuka bersama komunitas Bogor Leumpunk Club’s guna menyerap aspirasi dan memberikan solusi atas berbagai isu strategis di Kota Bogor. Diskusi yang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (16/2/2026) ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, dan Sekda Denny Mulyadi, serta seluruh jajaran perangkat daerah hingga aparatur wilayah.
Dalam dialog tersebut, kondisi jalan berlubang menjadi salah satu isu utama yang dikeluhkan masyarakat. Menanggapi hal itu, Wali Kota Dedie Rachim menjelaskan bahwa terdapat kendala komunikasi publik terkait status kewenangan jalan. Ia menegaskan Pemkot Bogor telah tiga kali menyurati pemerintah pusat untuk perbaikan jalan nasional, yang prosesnya baru dimulai sejak Jumat lalu. Sementara untuk jalan kota, dari 32 titik yang dilaporkan, 30 di antaranya telah tuntas diperbaiki.
“Dan apa yang telah disampaikan itu sama dengan pemikiran saya dan Pak Wakil. Jadi tingkat harapan masyarakat itu memang sangat tinggi. Tapi memang saya melihat ada hal yang perlu dikomunikasikan ke publik dan itu belum sampai. Seperti mengenai jalan, itu ada jalan provinsi dan jalan nasional,” ujar Dedie Rachim menanggapi keluhan tersebut.
Ia pun menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera menindaklanjuti penambahan halte Biskita yang sudah direncanakan sejak 2023.
Terkait isu lingkungan dan ketertiban, Dedie memaparkan bahwa proyek Waste to Energy (WtE) melalui pembangunan PSEL kini sedang dalam tahap lelang di kementerian. Selain itu, untuk menertibkan parkir liar, Pemkot tengah menyiapkan sistem zonasi parkir guna memaksimalkan pendapatan daerah. Dedie meminta seluruh perangkat daerah untuk tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat.
“Karena teman-teman ini sangat baik, sudah mau memberikan kontribusi dan masukan. Ini ditampung, diobrolkan sesama warga, jangan menutup diri, jadi harus ditampung,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menambahkan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum pelaksanaan program-program unggulan orisinal dari kepemimpinan mereka, setelah sebelumnya menjalankan anggaran transisi. Beberapa program yang disiapkan antara lain beasiswa warga prasejahtera, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga peningkatan nilai bantuan bedah rumah.
“Dan program yang kami rencanakan untuk dijalankan adalah pada 2026. Contohnya beasiswa untuk warga prasejahtera, bedah rumah yang dulu hanya Rp7 juta hingga Rp9 juta, sekarang tidak lagi, karena anggarannya lebih besar agar rumahnya kokoh. Ada juga program Sekolah Rakyat serta kebijakan program lainnya,” tutur Jenal Mutaqin.
Ia juga mengingatkan jajaran Pemkot untuk selalu memberikan respons cepat dan informasi akurat kepada masyarakat sebagai bentuk nyata dari semangat pengabdian.

