Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan kunjungan ke China guna membahas skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang berpotensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan dirinya akan turun langsung menghadiri pertemuan dengan pihak China apabila skema pelunasan utang tersebut benar-benar menggunakan dana APBN.
“Kalau saya yang bayar, saya akan ke China saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya. Saya akan double check lagi,” kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa dirinya tergabung dalam tim negosiasi yang membahas kewajiban utang proyek KCJB. Namun hingga kini, pembahasan masih terus berjalan dan belum ada kepastian terkait skema final pelunasan.
“Dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan, tapi saya enggak tahu final apa belum. Nanti kan pasti saya dikasih tahu,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan APBN untuk membayar utang proyek Whoosh, Purbaya menyatakan masih menunggu kejelasan terkait syarat dan ketentuan yang diajukan pihak China.
“Kita lihat kondisinya dari Cina seperti apa, apa persyaratan dari Cina,” terangnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tetapkan 58,03% Dana Desa 2026 untuk Koperasi Desa Merah Putih
Sebagai informasi, total kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung diperkirakan mencapai sekitar Rp116 triliun dengan skema pembayaran bertahap, yakni sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Pemerintah pun masih mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan agar tidak membebani fiskal secara signifikan.

