Menuju Waste to Energy, Bogor Siap Jadi Kota Pertama Terapkan PSEL Secara Efektif

Bogor, denting.id – Kota Bogor semakin mantap melangkah menuju sistem pengelolaan sampah modern berbasis waste to energy. Pemerintah Kota Bogor menargetkan diri menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Pembangunan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) secara efektif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Komitmen tersebut diperkuat dengan kehadiran Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nur Rofik, dalam kegiatan kerja bakti (korpe) massal di kawasan Botani Square hingga Balai Kota Bogor, Senin (16/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden RI.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan kuat bagi percepatan implementasi waste to energy di Kota Bogor. Menurutnya, berbagai infrastruktur pendukung telah disiapkan sebagai fondasi menuju pengoperasian PSEL.

Saat ini, Kota Bogor telah memiliki 170 bank sampah dan 30 titik TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang mampu mereduksi volume sampah hingga 35 persen. Upaya pengurangan di tingkat sumber tersebut dinilai menjadi prasyarat penting sebelum memasuki tahap pengolahan akhir berbasis energi.

“Pada tahun ini, kita akan mendapatkan program dari pemerintah pusat berupa Waste to Energy atau sampah menjadi energi listrik. Bogor siap menjadi kota pertama yang menerapkannya secara efektif,” ujar Dedie.

Terkait progres PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Pemkot Bogor saat ini masih menunggu hasil proses tender yang dikelola oleh Danantara bersama kementerian terkait. Pemerintah berharap tahapan groundbreaking dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik fasilitas tersebut.

Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi atas kesiapan Kota Bogor dalam membangun tata kelola sampah yang komprehensif. Ia menilai Bogor memiliki modal sosial dan sistem pengelolaan yang cukup baik untuk menjadi percontohan nasional.
“Bogor adalah kota yang asri. Apalagi jika pengelolaan sampahnya semakin baik dan terintegrasi, ini bisa menjadi model bagi daerah lain,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret membangun budaya bersih, kegiatan korpe massal akan dijadikan agenda rutin setiap Senin dan Jumat. Pemerintah daerah juga menginstruksikan lurah dan camat untuk aktif menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing agar gerakan pengelolaan sampah berjalan konsisten.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, Kota Bogor optimistis mampu mewujudkan visi “Bogor Bersih, Bogor Sehat, Bogor Asri” sekaligus menjadi pionir kota berbasis waste to energy di Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai