Denting.id – Pertandingan leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 antara Benfica dan Real Madrid akan digelar di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi Los Blancos setelah gagal menembus delapan besar fase liga.
Madrid datang ke Lisbon dengan modal kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad di Liga Spanyol. Hasil tersebut menjadi suntikan moral bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa jelang duel krusial di kompetisi elite Eropa.
Meski demikian, kekalahan 2-4 dari Benfica pada pertemuan terakhir masih membekas. Pengalaman pahit itu menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi tambahan bagi tim tamu untuk tampil lebih solid dan efektif.
Gelandang muda Madrid, Eduardo Camavinga, menegaskan pentingnya bermain sebagai satu kesatuan. Menurutnya, kunci meraih hasil positif terletak pada keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
“Pertama, lakukan dengan baik sebagai tim dan tetap bersatu; menyerang dan bertahan bersama, maka semuanya akan baik-baik saja,” ujar Camavinga.
Ia menilai pendekatan kolektif akan mencegah terjadinya jarak antar lini yang kerap dimanfaatkan lawan. Fokus utama Madrid adalah menjaga keseimbangan permainan tanpa keluar dari rutinitas yang telah dibangun sepanjang musim.
Camavinga juga menegaskan mentalitas tim kini lebih matang dibanding pertemuan sebelumnya di Lisbon. “Mentalitas kami sekarang lebih baik dan kami ingin menang dengan rasa balas dendam,” katanya.
Selain aspek mental, isu absennya figur pengatur permainan seperti Toni Kroos turut mencuat. Namun Camavinga menilai skuad saat ini memiliki cukup pemain dengan karakter serupa dan tidak bergantung pada satu sosok saja.
Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk mengambil peran tersebut. “Saya mampu melakukan itu dan sekarang saya bisa melakukannya dengan lebih baik,” ucapnya penuh percaya diri.
Fleksibilitas menjadi nilai tambah pemain asal Prancis itu. Ia mengaku siap ditempatkan sebagai bek kiri maupun sayap kiri jika dibutuhkan, meski posisi favoritnya tetap sebagai gelandang bertahan. Camavinga menyadari konsistensi dan fokus menjadi aspek yang terus ia benahi.
Hubungan antarpemain juga menjadi perhatian. Camavinga menyoroti pentingnya komunikasi jujur, termasuk dengan rekan setimnya, Vinicius Junior. Menurutnya, keterbukaan di ruang ganti membantu menjaga harmoni dan kualitas permainan di lapangan.
“Kami saling mengatakan kebenaran meski kadang terasa keras, karena itu yang dilakukan teman,” tuturnya.
Soal kritik dari publik dan media, Camavinga memilih bersikap realistis. Ia menganggap tekanan sebagai bagian dari kehidupan pesepak bola profesional dan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik.
Baca juga: Arsenal Hajar Wigan 4-0, Tim Asuhan Arteta Melaju ke Babak Kelima FA Cup
Duel Benfica kontra Real Madrid dini hari nanti akan menjadi panggung pembuktian bagi filosofi “menyerang dan bertahan bersama”. Jika mampu menjaga keseimbangan tersebut, peluang Los Blancos melangkah ke babak 16 besar Liga Champions akan semakin terbuka.

