Kesiapan Pemkot Bogor Jaga Ketertiban Selama Ramadan 1447 H

Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal kekhusyukan ibadah masyarakat selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama yang menetapkan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi memimpin rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan ketertiban umum dan stabilitas harga pangan di wilayah Kota Hujan tetap terjaga, Rabu (18/2/2026).

Langkah preventif utama yang diambil adalah penerbitan SK Wali Kota yang mengatur penutupan total sejumlah tempat usaha hiburan seperti klub malam, diskotek, spa, panti pijat, hingga arena permainan ketangkasan dan karaoke selama sebulan penuh. Selain itu, Dedie secara tegas melarang aktivitas Sahur on the Road (SOTR) serta penggunaan petasan yang berpotensi mengganggu ketenteraman warga.

“Ada beberapa hal terkait ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Ketertiban umum ini meliputi pergerakan masyarakat selama melaksanakan rangkaian kegiatan harian di bulan puasa,” ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Bima.

Ramadan tahun ini juga memiliki dinamika unik karena bertepatan dengan perhelatan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) pada 1-3 Maret 2026. Dedie menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan pengamanan ekstra akan disiapkan, mengingat adanya penggabungan festival kuliner Ramadan dengan arak-arakan budaya yang diprediksi akan menyedot volume massa yang besar.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengantisipasi lonjakan pergerakan warga dari wilayah penyangga seperti Ciomas hingga Ciawi di titik-titik krusial seperti Alun-Alun Bogor, BTM, dan Botani Square.

Sektor ekonomi juga menjadi perhatian serius. Guna mencegah lonjakan harga sembako, Pemkot Bogor akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar di setiap kecamatan.

“Kita akan lakukan sidak dan operasi pasar di setiap kecamatan, sehingga kita pastikan logistik untuk operasi pasar ini berjalan sebaik-baiknya,” tegas Dedie.

Ia juga mengatur penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara (ASN) agar tetap produktif melayani masyarakat meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Menutup rangkaian kebijakan tersebut, Dedie Rachim memaparkan inovasi program Tarawih Keliling (Tarling) yang tahun ini diperluas menjadi 14 tim untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Selain itu, pelaksanaan salat Idulfitri tingkat Kota Bogor direncanakan kembali digelar di Kebun Raya Bogor.

“Mudah-mudahan sinergi dan kolaborasi ini ditujukan agar masyarakat bisa menikmati rangkaian ibadah puasa Ramadan sampai pascalebaran dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai