Sidang Isbat Digelar di Hotel, Publik Bertanya! Ini Jawaban Tegas Menag

Jakarta, denting.id – Pelaksanaan sidang penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah tahun ini menjadi sorotan. Untuk pertama kalinya, pemerintah menggelar sidang isbat di hotel, bukan di kantor kementerian seperti biasanya. Keputusan tersebut memicu pertanyaan publik.

Sidang yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H itu digelar di Hotel Borobudur Jakarta, berbeda dari tradisi sebelumnya yang rutin berlangsung di kantor Kementerian Agama di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pemindahan lokasi murni disebabkan kendala teknis. Saat ini, Jalan MH Thamrin di depan kantor Kemenag tengah dilakukan pengerjaan proyek infrastruktur.

Menurutnya, area tersebut biasanya digunakan sebagai lahan parkir ketika sidang isbat berlangsung. Namun, dengan adanya proyek jalan, ruang parkir menjadi sangat terbatas bahkan nyaris tidak tersedia.

“Saya mohon maaf, karena pembangunan jalan raya di depan Jalan Thamrin sedang dikerjakan, sehingga tidak memungkinkan untuk parkir,” ujarnya, Rabu (18/2).

Ia menegaskan, pemindahan tempat bukan keputusan permanen. Jika kondisi sudah normal, sidang isbat akan kembali digelar di kantor Kemenag seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sidang tersebut, pemerintah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan diambil berdasarkan paparan data astronomi serta laporan pemantauan hilal dari berbagai titik di Indonesia.

Dengan penetapan itu, umat Islam dapat melaksanakan salat Tarawih mulai Rabu (18/2) malam.

Penentuan awal Ramadan tahun ini kembali menunjukkan perbedaan metode dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan pada Rabu (18/2).

Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Hijriah—antara metode rukyat (pemantauan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).

Menag pun berharap publik tidak membangun narasi negatif terkait lokasi sidang. Ia menegaskan, pemindahan hanya karena faktor teknis, bukan hal substansial dalam proses penetapan awal Ramadan.

“Jangan ditanggapi pindah ke hotel sebagai sesuatu yang lain. Itu semata-mata karena kondisi teknis,” tegasnya.

Mungkin Anda Menyukai