Perdamaian Gaza Jadi Taruhan, Ini Alasan Prabowo Gabung BoP Trump

Jakarta, denting.id — Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkap alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian di Gaza dan kawasan Timur Tengah.

“Sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian,” kata Prabowo dalam pidato perdananya di forum Board of Peace di Washington D.C., Kamis (19/2/2025) waktu setempat.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak sekadar menjadi anggota simbolis, tetapi ingin berperan aktif dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Ia menyebut, meski tantangan menuju perdamaian tidak ringan, Indonesia siap mengambil bagian konkret.

Salah satu bentuk komitmen terhadap perdamaian tersebut adalah kesiapan Indonesia mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Langkah ini dinilai sebagai kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga stabilitas dan memastikan proses perdamaian berjalan sesuai kesepakatan internasional.

Board of Peace (BoP) sendiri merupakan bagian penting dari 20 poin rencana Trump untuk memediasi gencatan senjata dalam konflik Israel dan Hamas. Gagasan tentang perdamaian ini pertama kali diperkenalkan Trump saat ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari lalu.

Sebanyak 20 negara disebut masuk dalam jajaran BoP, termasuk Belarus, Azerbaijan, Hungaria, hingga Indonesia. Pada tahap awal, Gedung Putih menggambarkan BoP sebagai badan pengawas terbatas yang bertugas mengawal proses perlucutan senjata dan transisi pemerintahan teknokratis di Gaza demi memastikan perdamaian tercapai.

Inisiatif perdamaian tersebut juga sempat mendapat dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November lalu sebagai bagian dari proses diplomasi yang lebih luas.

Dengan bergabungnya Indonesia dalam BoP, posisi Jakarta dinilai semakin strategis dalam diplomasi global. Pemerintah berharap, kontribusi aktif dalam misi perdamaian ini tidak hanya memperkuat peran Indonesia di panggung internasional, tetapi juga konsisten dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Mungkin Anda Menyukai