Harga Pangan Naik Saat Ramadan 1447 H, Stabilitas Pasar Kembali Jadi Ujian Tahunan

Jakarta, Denting.id – Ramadan 1447 H/2026 M telah tiba, membawa rutinitas ibadah dan tradisi sosial yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan suci juga dibarengi lonjakan harga kebutuhan pokok yang membebani rumah tangga.

Data per 20 Februari 2026 dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga cabai rawit merah secara nasional mencapai Rp76.198 per kilogram atau 33,68 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Di DKI Jakarta, harga komoditas tersebut bahkan menyentuh Rp105.333 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain. Daging ayam ras tercatat Rp40.471 per kilogram secara nasional. Di Boven Digoel, Papua Selatan, harganya mencapai Rp60.000 per kilogram akibat terputusnya rantai distribusi. Telur ayam ras berada di angka Rp30.750 per kilogram, sementara Minyakita dijual Rp16.020 per liter, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada masyarakat. Banyak keluarga harus menyesuaikan belanja harian, mengurangi porsi konsumsi, hingga menunda pengeluaran lain. Pedagang kecil pun merasakan penurunan omzet karena pembeli membatasi jumlah belanja.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sebelumnya telah mengingatkan bahwa inflasi musiman Ramadan merupakan siklus tahunan yang seharusnya dapat diantisipasi lebih dini. Namun, persoalan distribusi dan koordinasi antarlembaga dinilai masih menjadi titik lemah.

Di Papua, kelangkaan pasokan anak ayam (DOC) terjadi setelah penghentian layanan kargo udara oleh maskapai penerbangan, yang baru terdeteksi ketika harga daging ayam sudah melonjak. Di Jawa Timur, pemerintah daerah menyebut stok aman, tetapi harga tetap tinggi akibat rantai distribusi yang panjang dan kurang efisien.

Sementara itu, realisasi kewajiban pasok domestik (DMO) Minyakita untuk Perum Bulog dan ID Food hingga pertengahan Februari baru mencapai 28,26 persen dari target 35 persen. Pemerintah menyatakan proses distribusi masih berjalan.

Baca juga: Waketum MUI Cholil Nafis Minta Tak Ada Sweeping Warung Saat Ramadan 2026, Tekankan Saling Menghormati

Sejumlah langkah telah ditempuh, seperti operasi pasar dan pasar murah di berbagai daerah. Badan Pangan Nasional juga berjanji menyalurkan

Mungkin Anda Menyukai