Diplomasi Prabowo di BoP Tuai Apresiasi GP Ansor, Indonesia Disebut Pilar Perdamaian Dunia

Jakarta, denting.id – Langkah Diplomasi Presiden RI di forum internasional kembali menuai dukungan. GP Ansor menilai kehadiran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menjadi bukti bahwa Diplomasi Indonesia hadir sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah konflik.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin menegaskan bahwa strategi Presiden Prabowo Subianto di forum tersebut menunjukkan arah Diplomasi yang tenang namun tegas. “Board of Peace adalah ruang pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia untuk membahas resolusi konflik, stabilitas global, dan solusi kemanusiaan. Dalam forum itu, Indonesia datang bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan jelas: perdamaian harus diperjuangkan bersama,” Minggu (22/02/2026).

Menurut Addin, Diplomasi yang dibawa Prabowo mengandung tiga pesan kuat. Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan saling tuding. Kedua, kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek. Ketiga, stabilitas global adalah fondasi kesejahteraan semua bangsa, termasuk Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa mencatat keberanian Diplomasi yang visioner. Addin menyinggung langkah Soekarno yang pada masanya sempat diperdebatkan, namun terbukti menjaga kepentingan nasional.

Dalam isu Palestina–Israel, kata dia, Diplomasi Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, dan memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional. Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Bagi GP Ansor, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bukan sekadar simbol. Diplomasi tersebut membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang stabil, berani bersuara soal perdamaian, dan mampu menjadi penengah.

Stabilitas global, lanjutnya, akan berdampak langsung pada perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Diplomasi perdamaian dinilai bermuara pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita,” tegasnya.

Mungkin Anda Menyukai