Bapanas Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Selama Ramadan 1447 H, Satgas Diminta Tindak Tegas Pelanggaran

Jakarta, Denting.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya menjaga kewajaran harga pangan selama Ramadan 1447 Hijriah dengan mengintensifkan pengecekan kondisi riil komoditas pokok strategis, mulai dari pasar induk hingga pasar turunan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjamin stabilitas harga di tingkat konsumen akhir, mengingat pasar menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

“Ini dilakukan untuk menjamin stabilitas harga di level konsumen akhir, mengingat pasar-pasar menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan harian,” ujar Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, harga pangan pokok strategis dinilai masih relatif stabil dan berada dalam koridor kewajaran sesuai ketentuan pemerintah. Ia berharap kondisi tersebut dapat bertahan sehingga masyarakat tetap nyaman dalam mengakses kebutuhan pangan.

Menurut Ketut, harga daging sapi, produk hortikultura, unggas, hingga beras masih sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Bahkan, harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan meski tetap fluktuatif.

Ketut mengaku telah meninjau langsung sejumlah pasar di Jakarta, seperti Pasar Senen dan Pasar Gondangdia. Dari hasil pemantauan di Pasar Gondangdia, harga daging sapi tercatat maksimal Rp140.000 per kilogram (kg), daging ayam Rp39.000 hingga Rp40.000 per kg, bawang merah Rp42.000–Rp43.000 per kg, cabai rawit merah Rp100.000 per kg, telur ayam ras Rp30.000–Rp31.000 per kg, bawang putih Rp38.000–Rp39.000 per kg, serta beras medium Rp12.000–Rp12.500 per kg.

Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Februari 2026 menunjukkan tren positif. Jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH meningkat dibanding bulan sebelumnya, menandakan volatilitas harga pangan masih terkendali.

Sebagai contoh, penurunan IPH bawang putih tercatat di 138 kabupaten/kota atau naik dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya sebanyak 65 kabupaten/kota. Telur ayam ras mengalami penurunan IPH di 171 kabupaten/kota, sementara bawang merah mencatat angka tertinggi dengan 232 kabupaten/kota. Komoditas lain seperti minyak goreng (207 daerah), cabai merah (145), daging ayam ras (88), cabai rawit (81), beras (79), gula pasir (49), dan daging sapi (22) juga menunjukkan perbaikan.

Di sisi lain, Ketut mengakui masih terdapat fluktuasi harga yang melebihi HET dan HAP, salah satunya akibat perilaku oknum pedagang yang menaikkan harga menjelang Idulfitri untuk memperoleh margin lebih besar.

“Ini kerap terjadi karena untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal ini menjadi temuan Satgas Saber Pelanggaran Pangan,” ungkapnya.

Ketut mengimbau pelaku usaha tidak mematok harga secara berlebihan. Ia menegaskan pasokan pangan strategis dalam kondisi memadai, sehingga tidak ada alasan untuk kenaikan harga yang tidak wajar.

Baca juga: Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Pertengahan Ramadan, Stok Aman di Sejumlah Kota

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Satgas Pangan Polri melakukan penindakan tegas terhadap pelaku usaha yang menyebabkan anomali harga, terutama pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai