Bogor,Denting.id —Hujan yang mengguyur Kota Bogor tidak menyurutkan langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyaksikan langsung kemeriahan Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 di Jalan Surya Kencana, Selasa (3/3/2026).
Festival budaya yang telah masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu tetap berlangsung semarak meski diguyur hujan. Ribuan warga memadati kawasan Surya Kencana untuk menyaksikan parade budaya yang menjadi agenda tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi memuji Bogor sebagai kota yang plural, kota kebudayaan, sekaligus kota dengan jejak sejarah Pajajaran yang kuat. Ia menilai, Cap Go Meh bukan sekadar perayaan, melainkan ruang perjumpaan budaya yang merekatkan masyarakat.
“Semoga festival ini mencerminkan spirit kita bahwa seni menyatukan manusia. Dengan seni, kita bisa hidup tanpa lagi kasta. Dengan seni, kita hidup punya rasa, dan seni bisa menghadirkan kebahagiaan,” ujarnya.
Dedi juga berharap, selain BSF CGM, pada tahun yang sama dapat digelar Karnaval Pajajaran. Menurutnya, semakin banyak agenda kebudayaan yang digelar, semakin kuat pula identitas Bogor sebagai pusat sejarah Kerajaan Pajajaran.
“Semoga harapan itu menjadi spirit. Karena Bogor itu pusat Kerajaan Pajajaran dan ini harus menjadi ikonik ke depan,” katanya.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu disambut antusias masyarakat yang tetap bertahan di tengah hujan demi menyaksikan rangkaian parade.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menegaskan bahwa kekuatan Bogor selama ini terletak pada kolaborasi dan sinergi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah. Ia menilai, penyelenggaraan tahun ini memiliki makna lebih karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ucap Bima.

