Masuk Daftar KEN 2026, Kemeriahan Cap Go Meh Bogor Bersanding dengan Singkawang

Bogor, Denting.id – Gelaran Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 resmi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perhelatan budaya paling bergengsi di tanah air setelah terpilih masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dalam puncak perayaannya di Jalan Surya Kencana, Selasa (3/3/2026) malam, skala kemeriahan acara ini dinilai telah bersanding dengan kemegahan perayaan serupa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menegaskan bahwa dari sekian banyak kota di Indonesia yang merayakan Cap Go Meh—mulai dari Surabaya, Bandung, hingga Manado—Kota Bogor dan Singkawang kini dianggap sebagai dua kutub perayaan terbesar di Indonesia. Menurutnya, daya tarik utama BSF CGM bukan hanya pada parade budayanya, melainkan pada ekosistem kolaborasi yang telah terbangun selama puluhan tahun.

“Nah, kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ucap Bima Arya. Ia memuji kecermatan panitia dalam meramu kegiatan yang inklusif, seperti penyelenggaraan bazar Ramadan dan penyesuaian jadwal acara yang dimulai tepat setelah pelaksanaan salat tarawih.

Kemeriahan BSF CGM 2026 tahun ini melibatkan kurang lebih 20 kelompok penampil, 12 tim barongsai, serta Liong Merah Putih sepanjang 50 meter yang menjadi ikon utama. Kehadiran 500 pelaku UMKM di sepanjang jalur parade juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi perhelatan yang telah berlangsung sebanyak 24 kali ini. Baginya, status KEN 2026 bukan sekadar label, melainkan pengakuan negara terhadap komitmen warga Bogor dalam merawat keberagaman.

“Alhamdulillah, ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Sebetulnya total 27 kali, tetapi tiga kali tertunda. Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor, khususnya untuk menguatkan toleransi keberagaman dan mempererat tali silaturahmi antarumat beragama,” ujar Dedie A. Rachim.

Dengan masuknya BSF CGM dalam kalender wisata nasional (KEN), diharapkan kunjungan wisatawan ke Kota Hujan terus meningkat, sekaligus mempertegas identitas Bogor sebagai kota kebudayaan yang inklusif dan modern.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai