Update Kebakaran Babakan Sirna: Dua Korban Alami Luka Bakar Serius, Pemkot Bogor Pastikan Jaminan Pengobatan

Bogor, Denting.id – Penanganan medis terhadap korban kebakaran hebat di Jalan Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, terus diupayakan secara maksimal. Hingga Jumat (6/3/2026), dua orang korban yang merupakan nenek dan cucu dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS PMI Kota Bogor akibat luka bakar serius yang diderita.

Direktur Pelayanan Medis RS PMI, dr. Firmansyah Abdi, menjelaskan bahwa sang nenek (47) mengalami luka bakar tingkat dua (grade 2) dengan luas mencapai 80%. Kondisinya diperparah dengan adanya kecurigaan trauma pada saluran pernapasan.

“Karena kondisi tersebut, pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit Tipe A. Kami sedang memproses rujukan ke Jakarta, seperti RSCM atau RS UI. Sementara itu, untuk pasien anak (8 tahun) yang mengalami luka bakar 60-70%, saat ini ditangani oleh dokter bedah plastik di ruang PICU untuk stabilisasi cairan sebelum dilakukan tindakan operasi,” ujar dr. Firmansyah.

Istri Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, bersama jajaran Pemkot Bogor telah menjenguk korban untuk memberikan dukungan moril dan bantuan material. Yantie menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya putra bungsu Ibu Fitri yang seorang balita berusia 1,4 tahun dalam insiden tersebut.

“Kami telah menyiapkan hunian sementara selama tiga bulan bagi keluarga jika nantinya sudah diperbolehkan pulang. Kami juga memberikan bantuan uang duka serta kebutuhan pokok (natura),” ungkap Yantie.

Terkait kendala administratif, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna, memastikan masalah tunggakan BPJS Mandiri yang sempat menghambat kini telah diselesaikan oleh pemerintah.

“Seluruh proses pembiayaan, baik di RS PMI maupun rujukan ke Jakarta nanti, sudah dijamin oleh BPJS. Kami juga menyiapkan tim Puskesmas untuk memberikan terapi psikologis bagi Ibu Fitri yang sedang mengalami trauma berat,” tambahnya.

Kronologi Singkat

Kebakaran yang terjadi pada Kamis (5/3) malam ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji saat penghuni rumah sedang tertidur. Api menghanguskan tiga unit rumah dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Saat kejadian, Ibu Fitri (ibu dari anak-anak tersebut) sedang bekerja sebagai tulang punggung keluarga sehingga tidak berada di rumah.

Menanggapi tragedi memilukan ini, Pemerintah Kota Bogor mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi gas dan listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya musibah serupa.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai