Pesawat Militer AS Terbang dari Korea Selatan, Spekulasi Pemindahan Patriot Menguat

Seoul, denting.id – Pergerakan sejumlah pesawat angkut militer Amerika Serikat dari pangkalan di Korea Selatan menuju rute internasional memicu spekulasi baru di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Aktivitas pesawat berbadan besar ini terdeteksi dalam beberapa hari terakhir dan dikaitkan dengan kemungkinan pemindahan aset militer.

“Kami tidak berkomentar mengenai pemindahan atau pergerakan aset militer karena alasan keamanan operasional,” kata perwakilan United States Forces Korea terkait aktivitas pesawat militer yang terlihat di pangkalan udara tersebut, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24, sejumlah pesawat angkut militer seperti Lockheed C-5 Galaxy dan Boeing C-17 Globemaster III terlihat mendarat di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, selatan Seoul, sejak akhir Februari.

Setidaknya dua pesawat C-5 tercatat tiba di pangkalan udara tersebut sebelum kembali lepas landas pada 28 Februari dan 2 Maret. Sementara itu, beberapa pesawat C-17 terlihat berangkat antara 3 hingga 7 Maret, dengan enam di antaranya diketahui menuju Anchorage di Alaska.

Spekulasi Pemindahan Patriot

Pergerakan pesawat angkut berukuran besar itu memicu spekulasi bahwa militer Amerika Serikat mungkin sedang memindahkan sistem pertahanan rudal MIM-104 Patriot dari Korea Selatan menuju kawasan lain.

Spekulasi tersebut muncul karena beberapa baterai Patriot sebelumnya dilaporkan dipindahkan ke Pangkalan Udara Osan dari pangkalan militer AS lainnya di Korea Selatan.

Pada Juni tahun lalu, dua baterai Patriot juga sempat dikirim ke Timur Tengah ketika Amerika Serikat melakukan operasi militer yang menargetkan fasilitas nuklir di Iran. Sistem tersebut kemudian kembali ditempatkan di Korea Selatan pada Oktober.

Tujuan Pesawat Belum Dipastikan

Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah pesawat yang berangkat dari pangkalan tersebut membawa sistem rudal atau hanya memindahkan personel dan peralatan militer lainnya.

Waktu keberangkatan pesawat tersebut juga memicu dugaan bahwa sebagian mungkin menuju Amerika Serikat atau dialihkan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan tidak dapat memberikan komentar mengenai operasi militer yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat di wilayahnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai