Bogor — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendorong pelestarian tradisi Sabilulungan Mapag Barudak Yatim sebagai bagian dari upaya menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Bumi Ageung Batutulis, Jalan Batutulis, Kota Bogor, Sabtu (7/3/2026).
Dedie Rachim mengatakan kegiatan tersebut memiliki keunikan karena memadukan unsur seni budaya dengan aksi sosial. Dalam prosesi tersebut, para seniman dan budayawan turut mengantar anak-anak yatim untuk menerima santunan melalui rangkaian pertunjukan budaya.
“Ini sebuah momen yang menarik di mana para seniman, budayawan, nayaga, kemudian para lengser dan penari mengantar anak-anak yatim untuk mendapatkan santunan,” kata Dedie.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai budaya yang penting untuk terus dilestarikan. Selain menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya, kegiatan itu juga memperlihatkan kepedulian terhadap anak yatim, terlebih dilaksanakan pada bulan suci Ramadan.
Menurut Dedie, tradisi seperti ini perlu dijaga agar dapat terus berlangsung setiap tahun di tempat yang sama. Ia berharap para seniman dan budayawan di Kota Bogor dapat terus terlibat dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Menurut saya ini menarik untuk dilestarikan. Bahkan setiap tahun nanti akan kita laksanakan di tempat yang sama. Seniman dan budayawan juga harus peduli dengan anak yatim, apalagi di bulan yang berkah dan penuh ampunan ini,” ujarnya.
Dedie menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.
“Dengan segala kekurangan dan kelebihan, dengan segala kemampuan yang ada, tentu yang paling penting adalah saling berbahagia. Ini insyaAllah akan menguatkan tali silaturahmi kita,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sabilulungan, Rahiman, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan di Bumi Ageung Batutulis juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang kebudayaan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Bogor.
Menurutnya, keberadaan tempat tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas untuk berbagai kegiatan seni, baik pertunjukan maupun pelatihan bagi para pelaku seni di Kota Bogor.
Rahiman menjelaskan kegiatan Sabilulungan Mapag Barudak Yatim tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat. Ia berharap agenda tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya di Kota Bogor.
