Denting.id – FC Barcelona memiliki catatan yang kurang menyenangkan saat bertandang ke markas klub-klub Inggris. Meski begitu, Blaugrana tentu tidak ingin memberikan kesempatan bagi Newcastle United untuk membalas kekalahan mereka pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League musim 2025/2026.
Pertemuan Newcastle kontra Barcelona ini seperti mengulang cerita pada bab yang sama. Kedua tim sebelumnya sudah bertemu di fase awal Liga Champions musim ini pada 18 September 2025. Saat itu, Newcastle yang bertindak sebagai tuan rumah harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2.
Kini kembali bermain di kandang sendiri, The Magpies tentu berambisi membalas kekalahan tersebut. Penyerang andalan mereka, Anthony Gordon, bersama rekan-rekannya bertekad memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk meraih hasil positif.
Di sisi lain, Barcelona juga tidak boleh lengah meski memiliki rekor cukup baik saat menghadapi Newcastle di kompetisi Eropa. Salah satu kenangan manis Blaugrana terjadi pada Maret 2003 ketika mereka menaklukkan Newcastle dengan skor 2-0.
Dalam pertandingan tersebut, striker legendaris Patrick Kluivert berhasil membuka keunggulan Barcelona dengan membobol gawang yang dijaga Shay Given. Gol kedua kemudian dicetak oleh Thiago Motta yang memastikan kemenangan Blaugrana.
Namun setelah momen itu, perjalanan Barcelona di Inggris sering kali berujung pahit. Dalam 17 musim terakhir, klub asal Katalonia tersebut hampir selalu menghadapi tim Inggris di Liga Champions dan beberapa kali harus pulang dengan kekecewaan.
Salah satu contohnya terjadi pada perempat final Liga Champions 2004/2005 saat Barcelona disingkirkan oleh Chelsea FC yang tengah bangkit di awal era kepemilikan Roman Abramovich.
Kekecewaan lainnya datang pada semifinal musim 2007/2008 ketika Barcelona disingkirkan oleh Manchester United. Setan Merah kemudian melangkah ke final dan berhasil meraih gelar juara.
Memori indah sempat hadir pada final Liga Champions 2010/2011. Barcelona berhasil menundukkan Manchester United di Wembley Stadium untuk mengamankan gelar keempat mereka di kompetisi tersebut.
Namun setelah itu, Barcelona kembali mengalami kesulitan saat menghadapi klub-klub Inggris. Salah satu yang paling diingat adalah ketika mereka disingkirkan Chelsea FC di semifinal Liga Champions 2011/2012.
Kekalahan paling menyakitkan mungkin terjadi pada semifinal Liga Champions 2018/2019 saat Barcelona mengalami “remontada” dramatis dari Liverpool FC. Setelah menang 3-0 di leg pertama, Barcelona justru kalah 0-4 di Anfield dan gagal melaju ke final.
Baca juga: Marcus Rashford Capai Kesepakatan Pribadi untuk Bertahan di Barcelona
Catatan buruk tersebut menjadi pengingat bagi Barcelona agar tidak meremehkan kekuatan klub-klub Inggris. Meski Newcastle saat ini berada di papan tengah klasemen Premier League, bukan tidak mungkin mereka mampu memberi kejutan di Liga Champions.
