Chelsea Tantang PSG di Parc des Princes, Ujian Berat The Blues di 16 Besar Liga Champions

Denting.id – Chelsea FC menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA. Duel yang digelar di Parc des Princes, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, diprediksi berlangsung ketat mengingat kualitas kedua tim.

Pertemuan ini juga menyimpan memori tersendiri bagi kedua klub. Chelsea dan PSG terakhir kali bertemu pada final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, ketika The Blues menang telak 3-0 berkat penampilan gemilang Cole Palmer.

PSG datang ke pertandingan ini dengan status juara bertahan Liga Champions. Meski begitu, perjalanan mereka musim ini tidak sepenuhnya mulus setelah gagal lolos otomatis dari fase liga dan harus melalui babak play-off.

Di sisi lain, Chelsea tampil cukup stabil sepanjang kompetisi. Tim asal London itu menutup fase liga di posisi keenam dengan catatan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, menjadi modal penting sebelum menghadapi laga besar di Paris.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan di kubu Chelsea adalah Joao Pedro. Penyerang asal Brasil tersebut tampil konsisten sebagai ujung tombak serangan tim musim ini.

Catatan golnya cukup impresif. Joao Pedro telah mencetak 14 gol di Premier League dan tiga gol di Liga Champions. Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi 21 gol serta enam assist di semua kompetisi.

Menariknya, gaya bermain Joao Pedro tidak sepenuhnya mengandalkan duel fisik. Ia lebih dikenal sebagai penyerang yang cerdas dalam membaca ruang dan menemukan posisi ideal di dalam kotak penalti.

Ketika performa Cole Palmer sempat mengalami penurunan, Enzo Fernandez muncul sebagai alternatif kreatif di lini serang Chelsea. Dalam beberapa pertandingan terakhir, perannya bahkan menjadi lebih ofensif.

Secara natural, Enzo Fernandez merupakan gelandang tengah dengan peran nomor delapan. Namun, dalam sejumlah laga ia juga ditempatkan lebih maju sebagai gelandang serang.

Kontribusinya pun tidak kecil. Enzo Fernandez telah mencetak 14 gol dan sembilan assist di semua kompetisi musim ini, menunjukkan kapasitasnya sebagai gelandang yang produktif.

Performa ofensif Enzo tidak lepas dari peran Moises Caicedo di lini tengah. Gelandang asal Ekuador itu menjadi penyeimbang yang memberikan stabilitas permainan bagi Chelsea.

Caicedo dikenal memiliki energi besar dalam bertahan. Ia sering melakukan cover ketika Fernandez kehilangan bola atau meninggalkan posisinya saat ikut membantu serangan.

Baca juga: Blunder Beruntun, Tottenham Dibantai Atletico 2-5 di Liga Champions

Meski perannya kerap tak terlalu terlihat, kontribusi Caicedo sangat penting. Ia juga sering melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan serangan lawan, tercermin dari koleksi 11 kartu kuning dan satu kartu merah yang diterimanya sepanjang musim ini.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai