Kemenkeu Salurkan THR ASN 2026, Rp11,16 Triliun Cair untuk Lebih dari 2 Juta Pegawai

Jakarta, Denting.id — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mulai menyalurkan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 kepada jutaan pegawai pemerintah dan pensiunan di seluruh Indonesia.

Hingga awal Maret 2026, penyaluran THR telah menjangkau lebih dari dua juta pegawai di tingkat pusat dan daerah serta jutaan pensiunan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menyampaikan bahwa hingga 10 Maret 2026 dana THR ASN pusat sebesar Rp11,16 triliun telah dibayarkan kepada 2.076.377 pegawai atau personel di berbagai instansi pemerintah.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, Deni merinci bahwa dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kategori aparatur negara. Sebanyak Rp6,12 triliun diberikan kepada 825.928 aparatur sipil negara (ASN), kemudian Rp752,8 miliar disalurkan kepada 295.054 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Rp1,84 triliun untuk 461.119 personel Polri serta Rp2,23 triliun bagi 452.874 personel TNI. Sementara itu, pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) menerima alokasi Rp153,42 miliar yang dibagikan kepada 39.486 pegawai.

Proses pencairan THR ASN pusat tersebut dilaksanakan melalui 8.279 satuan kerja kementerian dan lembaga yang tersebar di berbagai instansi pemerintah.

Untuk tingkat daerah, penyaluran THR ASN masih berlangsung secara bertahap. Hingga 9 Maret 2026, dana THR sebesar Rp127,6 miliar telah disalurkan kepada 16.848 pegawai daerah oleh tiga pemerintah daerah dari total 546 pemerintah daerah di seluruh Indonesia atau sekitar 0,54 persen.

Selain pegawai aktif, pemerintah juga menyalurkan THR kepada para pensiunan. Total dana yang telah dicairkan mencapai Rp11,54 triliun bagi 3.618.884 pensiunan atau sekitar 94,63 persen dari target penerima.

Dalam penyaluran tersebut, PT Taspen menyalurkan dana sebesar Rp10,1 triliun kepada 3.115.324 pensiunan atau sekitar 94,02 persen. Sementara itu, PT Asabri menyalurkan Rp1,44 triliun kepada 503.560 pensiunan atau mencapai 99,13 persen dari jumlah penerima yang tercatat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana THR ASN sebenarnya telah tersedia dan siap dicairkan. Namun, proses pencairan belum sepenuhnya rampung karena sebagian instansi masih dalam tahap pengajuan permohonan pencairan anggaran kepada Kementerian Keuangan.

Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan total anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR bagi ASN pusat, ASN daerah, PPPK, TNI, Polri, serta para pensiunan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa alokasi anggaran THR tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp49 triliun.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kuat Bikin Rupiah Lebih Mudah Dikendalikan

Pemerintah menjadwalkan pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara bertahap mulai 26 Februari 2026 hingga paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga diharapkan seluruh penerima sudah mendapatkan haknya menjelang Lebaran.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai