Prabowo Subianto Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen Tetap Dipertahankan, Kecuali Saat Krisis Besar

Jakarta, Denting.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya aturan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 3 persen untuk menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan negara.

Menurut Prabowo, batas defisit fiskal tersebut merupakan instrumen penting yang membantu pemerintah tetap berhati-hati dalam merancang dan menjalankan kebijakan anggaran.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan tersebut, kecuali jika Indonesia menghadapi situasi darurat berskala besar.

“Batas defisit adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita sendiri. Indonesia tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan tersebut kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg L.P. yang dimuat dalam artikel berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Senin (16/3/2026).

Dalam wawancara tersebut, Prabowo juga menyinggung kondisi geopolitik global, termasuk krisis di Iran, yang menurutnya menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Ia menilai Indonesia berada dalam posisi relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain karena memiliki sumber energi domestik yang melimpah, seperti minyak sawit dan batu bara, yang dapat membantu menjaga ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan terus mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan, di antaranya energi panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

Baca juga: Prabowo Soroti Penghematan Pakistan Hadapi Konflik Timur Tengah, Minta Indonesia Kurangi Konsumsi BBM

“Jika kita berhasil melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan menjadi sangat, sangat tidak bergantung pada sumber eksternal,” tutur Prabowo.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai