Jakarta, Denting.id – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa pembicaraan mengenai penghentian perang tidak akan berarti tanpa adanya jaminan bahwa negaranya tidak akan kembali diserang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di tengah konflik berkepanjangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dalam unggahan di platform X, Pezeshkian mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terkait situasi konflik yang ia sebut sebagai agresi dari AS dan Israel.
“Saya menekankan Iran tidak memulai perang keji ini. Membela diri terhadap invasi adalah hak alami, dan kami mahir dalam hal itu,” ujar Pezeshkian.
Ia juga menegaskan bahwa upaya mengakhiri perang tidak akan efektif tanpa adanya kepastian keamanan bagi Iran di masa depan.
“Berbicara tentang mengakhiri perang tidak ada artinya, sampai kita memastikan tidak akan ada lagi serangan di tanah kita di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Pezeshkian menyoroti penggunaan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah yang dinilai menjadi alat untuk menyerang Iran serta merusak hubungan Teheran dengan negara-negara tetangganya.
Baca juga: Trump Ancam Amankan Selat Hormuz, Minta Negara-Negara Kirim Kapal Perang Hadapi Iran
Menurutnya, perdamaian dan stabilitas kawasan tidak akan tercapai jika serangan terhadap Iran terus diabaikan. Ia pun menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan maupun agresi dari pihak luar.
“Memulai perang untuk menaklukkan, berdasarkan informasi palsu, adalah tindakan abad pertengahan di abad ke-21,” pungkasnya.
