Denting.id – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengeluarkan pernyataan tegas menyusul insiden diskriminatif dalam laga uji coba melawan Timnas Mesir di Stadion RCDE, Rabu (1/4) dini hari WIB.
Pemain FC Barcelona tersebut mengecam keras aksi oknum suporter tuan rumah yang melantunkan chant bernada anti-Islam selama pertandingan berlangsung.
Insiden bermula saat terdengar nyanyian provokatif dari tribun yang berbunyi, “Siapa yang tidak melompat, dia adalah Muslim.” Meski disebut ditujukan untuk memprovokasi tim lawan, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk rasisme yang mencederai nilai sportivitas.
Melalui akun Instagram pribadinya, Yamal—yang juga seorang Muslim—mengaku tersinggung dengan penggunaan identitas agama sebagai alat intimidasi.
“Kemarin di stadion terdengar nyanyian tersebut. Saya tahu itu ditujukan untuk tim lawan dan bukan serangan pribadi terhadap saya. Namun, sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi,” tulis Yamal.
Pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu bahkan menyebut pelaku chant sebagai sosok yang “bodoh dan rasis”. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap tim tidak seharusnya melampaui batas dengan menghina keyakinan orang lain.
“Sepak bola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini,” tegasnya.
Sikap tegas Yamal mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia. Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Qaem Aulassyaheid, memuji keberanian sang pemain dalam membela identitasnya di panggung internasional.
Menurut Qaem, langkah Yamal menunjukkan integritas dan kepercayaan diri sebagai seorang Muslim yang patut dijadikan teladan, terutama dalam menghadapi tindakan diskriminatif.
Meski kecewa, Yamal tetap menunjukkan kedewasaan dengan berterima kasih kepada suporter yang memberikan dukungan positif. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang agar sepak bola tetap menjadi olahraga yang inklusif.
Baca juga: Prediksi Opta: Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026, Portugal di Bawah Argentina
“Sampai jumpa di Piala Dunia,” tutup Yamal, menandakan fokusnya kini kembali untuk membawa Spanyol berprestasi di level dunia.

