Iran Serukan Warga AS Tuntut Pemerintah, Tuding Serangan Nuklir dan Korban Sipil Meningkat

Jakarta, Denting.id – Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei menyerukan kepada rakyat Amerika Serikat untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah mereka atas apa yang disebut sebagai “perang agresif” terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Asia Barat. Baghaei menilai tindakan militer Washington sebagai bentuk ketidakadilan besar yang dilakukan atas nama rakyatnya sendiri.

“Rakyat Amerika harus tahu bahwa apa yang dilakukan pemerintah mereka terhadap Iran di Asia Barat adalah ketidakadilan besar dan perang agresif yang tidak adil,” ujar Baghaei kepada kantor berita Iranian Students’ News Agency (ISNA).

Ia juga mendorong publik AS untuk mengaudit kebijakan luar negeri pemerintah mereka, termasuk dugaan pelanggaran yang terjadi dalam konflik tersebut.

Serangan Fasilitas Nuklir Picu Ketegangan

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengutuk serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas produksi yellowcake Shahid Rezayee Nejad di Ardakan, Provinsi Yazd.

Fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari program nuklir Iran. Melalui pernyataan resminya, Organisasi Energi Atom Iran menegaskan bahwa program nuklir negara itu bertujuan untuk kepentingan damai.

“Teknologi nuklir Iran adalah untuk melayani perdamaian dan kesehatan umat manusia. Jalur nuklir negara ini tidak akan pernah dihentikan dengan menjatuhkan bom,” demikian pernyataan mereka.

Sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional juga telah melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas tersebut pada Maret lalu, meski tidak ditemukan peningkatan radiasi.

Korban Sipil dan Tenaga Medis Bertambah

Di sisi kemanusiaan, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan ratusan korban sipil sejak konflik berlangsung. Data yang dirilis menyebutkan sedikitnya 220 anak-anak dan 254 perempuan tewas akibat serangan udara yang dikaitkan dengan AS dan Israel.

Selain itu, sektor kesehatan turut terdampak parah, dengan 41 ambulans dilaporkan rusak dan 25 tenaga medis gugur saat menjalankan tugas.

Iran Tanggapi Ancaman Trump

Sementara itu, anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, Saeed Jalili, menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan “menghabisi” Iran dalam waktu singkat.

Menurut Jalili, retorika tersebut justru menguntungkan Iran karena memperlihatkan wajah asli kebijakan luar negeri Amerika Serikat kepada dunia internasional.

Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat dan Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan serangan terhadap fasilitas nuklir maupun laporan korban sipil yang disampaikan oleh Teheran.

Baca juga: China Salahkan AS-Israel atas Gangguan Selat Hormuz, Ketegangan Global Kian Meningkat

Situasi ini semakin mempertegas meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, dengan potensi dampak yang lebih luas bagi stabilitas global.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai