Iran Ancam Cegah Kapal Perang di Selat Hormuz, IRGC Klaim Kuasai Penuh Perairan Strategis

Jakarta, Denting.id – Iran menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap kapal perang yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komando Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Angkatan Laut IRGC saat ini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,” demikian pernyataan yang dikutip dari Fars News Agency.

IRGC juga membantah laporan yang menyebut adanya kapal perang Amerika Serikat yang telah melintasi perairan tersebut.

Sebelumnya, Fars melaporkan militer Iran memantau pergerakan kapal perusak Angkatan Laut AS yang bertolak dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz. Setiap aktivitas kapal itu disebut telah dilaporkan kepada delegasi Iran di Islamabad, yang kemudian diteruskan ke pihak AS melalui perantara Pakistan.

Menurut laporan tersebut, Iran bahkan telah mengeluarkan peringatan langsung kepada kapal perang itu. Melalui jalur komunikasi via Pakistan, disampaikan bahwa kapal tersebut akan menjadi target serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan pelayaran karena dinilai dapat mengganggu proses negosiasi.

Pada hari yang sama, Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran pada 8 April.

Hingga laporan ini disusun, perundingan telah berlangsung lebih dari delapan jam dan memasuki putaran ketiga. Media pemerintah Iran menyebut salah satu isu paling krusial dalam negosiasi tersebut adalah status dan pengelolaan Selat Hormuz.

Ketegangan di jalur vital perdagangan dunia ini pun kembali meningkat, seiring belum tercapainya kesepakatan antara kedua negara.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai