Jakarta, Denting.id – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk kembali mengaktifkan kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) guna memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.
Imbauan tersebut disampaikan saat kunjungannya di Jambi, Sabtu (11/4/2026), sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kebakaran yang dipicu kondisi cuaca kering serta potensi fenomena El Niño.
Hanif menekankan pentingnya peran aktif masyarakat lokal dalam mendeteksi dan menangani kebakaran sejak dini. Ia meminta kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, untuk segera mengaktifkan kembali MPA yang telah terbentuk di berbagai wilayah.
“Kepala daerah didorong untuk mengaktifkan kembali kelompok Masyarakat Peduli Api yang telah dibentuk di seluruh wilayah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk tidak ragu menetapkan status darurat karhutla jika diperlukan. Menurutnya, langkah tersebut justru akan mempercepat penyaluran bantuan serta menyederhanakan proses birokrasi.
“Penetapan status darurat bukan menurunkan kredibilitas, melainkan mempermudah koordinasi dan respons yang lebih cepat,” tegasnya.
Berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan bertepatan dengan El Niño lemah. Meski tidak terlalu kuat, kombinasi tersebut berpotensi memperpanjang periode kering dan meningkatkan risiko karhutla.
Data terbaru menunjukkan luas area terdampak karhutla di Indonesia telah mencapai 32.600 hektar, meningkat tajam dibandingkan sekitar 1.500 hektar pada periode yang sama tahun lalu. Wilayah Riau dan Kalimantan Barat menjadi daerah paling terdampak dan mendapat perhatian khusus pemerintah.
Untuk mendukung upaya mitigasi, Kementerian Lingkungan Hidup terus memperbarui sistem informasi terpadu terkait tinggi muka air tanah gambut secara berkala. Data ini menjadi acuan penting bagi berbagai instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam mengambil langkah strategis seperti modifikasi cuaca.
Baca juga: Menteri LH Akui Penanganan Sampah Laut Mahal, Pemerintah Fokus Bereskan dari Darat
Hanif menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di tengah ancaman musim kemarau tahun ini.

