Prabowo Siapkan Dewan Baru untuk Revolusi Kesejahteraan Finansial Warga

Jakarta, denting.id – Upaya memperkuat kesehatan keuangan masyarakat akan memasuki fase baru. Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, sebuah badan baru yang akan melengkapi dan menyempurnakan peran Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang telah berjalan selama ini.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, yang hadir sebagai Advokat Khusus PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang.

“Presiden meminta agar dibentuk dewan nasional terkait kesejahteraan keuangan atau financial health. Dewan ini akan melengkapi DNKI,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan.

Dewan baru tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan ditugaskan mempersiapkan kebijakan open data keuangan untuk mendorong transparansi serta memperkuat perlindungan konsumen. Airlangga menyebut edukasi literasi finansial juga harus ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Edukasi mengenai literasi keuangan harus terus menerus didorong, dan penyediaan data terbuka bukan hanya untuk perbankan tetapi juga untuk konsumen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengembangan digital ID, knowledge sharing, hingga pendalaman sektor asuransi akan menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem finansial nasional.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Ratu Maxima atas dedikasinya dalam mendorong inklusi keuangan global. Presiden menerima paparan mengenai perkembangan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, termasuk target agar 88,7 juta rumah tangga memiliki rekening bank untuk mendukung efektivitas bantuan sosial serta memperluas akses layanan keuangan.

Airlangga memaparkan bahwa tingkat inklusi keuangan Indonesia kini telah mencapai 92,7 persen, sementara literasi keuangan berada di angka 66,64 persen, lebih tinggi dari rata-rata negara OECD.

Ratu Maxima berada di Indonesia pada 24–27 November 2025. Sebelum bertemu Prabowo, ia mengunjungi pabrik garmen di Sragen dan Kampung Batik Laweyan di Solo untuk melihat langsung implementasi kesehatan finansial bagi pekerja dan UMKM.

Pembentukan dewan nasional baru ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam memastikan masyarakat Indonesia semakin melek finansial dan terlindungi dalam ekosistem ekonomi digital yang kian berkembang.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *