Jakarta, denting.id – Pemerintah menggeber berbagai program diskon dan hajatan belanja nasional demi memastikan aktivitas konsumsi masyarakat di awal tahun meledak hingga Rp116 triliun. Target jumbo ini menjadi fokus strategi pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap kencang di 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa angka Rp116 triliun itu dihimpun dari sejumlah program belanja yang digelar sejak Desember hingga awal Januari.
Ia menjelaskan, Hari Belanja Nasional pada 10–16 Desember diproyeksikan menyumbang Rp33–34 triliun, sementara program “Belanja di Indonesia Saja” yang berlangsung 18 Desember–4 Januari diharapkan menghasilkan transaksi Rp30 triliun. Di sisi lain, Epic Sale di jaringan minimarket sepanjang 1–31 Desember ditargetkan menggulirkan transaksi hingga Rp56 triliun.
Airlangga juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa realisasi belanja kementerian/lembaga telah mencapai sekitar 70 persen dan dipacu menembus 95 persen pada akhir tahun. Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, dan listrik pedesaan terus dikebut.
Untuk mendorong belanja masyarakat, pemerintah menggelontorkan berbagai insentif tarif. Diskon 30 persen tiket kereta api diberlakukan pada 22 Desember–10 Januari dengan target 1,5 juta penumpang. Angkutan laut memberikan diskon 20 persen pada 17 Desember–10 Januari untuk lebih dari 405 ribu penumpang.
Keringanan juga datang dari sektor kepelabuhanan melalui diskon hingga 100 persen—setara 19 persen dari tarif terpadu—yang menyasar ratusan ribu penumpang dan hampir setengah juta kendaraan.
Maskapai penerbangan ikut ambil bagian, memberikan potongan harga 13–14 persen di periode 22 Desember–10 Januari untuk memikat 3,5 juta penumpang.
“Termasuk diskon tarif tol sebesar 10 sampai 20 persen,” ujar Airlangga.
Dengan rentetan stimulus tersebut, pemerintah berharap gelombang konsumsi masyarakat tetap deras dan dapat menopang stabilitas ekonomi di kuartal awal tahun.

