Jakarta, denting.id — Arus bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera terus dipercepat. Dari Lanud Halim Perdanakusuma, ribuan ton logistik diberangkatkan tanpa henti demi menjangkau wilayah yang masih terputus akses. TNI memastikan distribusi berlangsung masif melalui jalur udara, termasuk ke daerah yang sulit ditembus lewat darat.
Panglima Komando Operasi Udara I Marsda TNI Muzafar menjelaskan bahwa hingga Sabtu, total 76.500 ton bantuan telah diterbangkan dari posko utama di Lanud Halim menuju berbagai titik bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Yang sudah kami distribusikan sampai saat ini adalah 76.500 ton untuk daerah bencana di Sumatera Utara dan termasuk di Padang, Sumatera Barat,” ujar Muzafar di Jakarta.
Bantuan yang dikirim mencakup BTS darurat, bahan pangan, selimut, perahu karet, tenda, dan perlengkapan penting lainnya. Muzafar menegaskan, misi ini merupakan kolaborasi lintas instansi.
“Instansi yang terlibat ada dari Kemhan, Mabes TNI, PLN, PMI, salah satu bank, dan BNPB,” tambahnya.
Untuk mempercepat penyaluran, TNI mengerahkan lima pesawat angkut serta 11 helikopter yang ditugaskan menjangkau kawasan terdampak, termasuk wilayah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat sejak hari pertama bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pemerintah bergerak cepat. Kami dari hari-hari pertama sudah bereaksi, mengirim bantuan melalui jalur darat dan udara,” kata Presiden dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta.
Pada hari yang sama, Lanud Halim ditetapkan secara resmi sebagai posko penerimaan dan pengiriman bantuan untuk korban bencana di Pulau Sumatera.
Baca juga : ESDM Kerahkan Hercules hingga Tim Siaga untuk Pulihkan Listrik & BBM di Sumatra

