Gerak Cepat Pemerintah, 1.000 Rumah Korban Bencana Berdiri Kurang dari Sebulan

Jakarta, denting.id – Pemerintah menunjukkan respons cepat dalam penanganan pascabencana dengan menyelesaikan pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah hunian di tiga provinsi hanya dalam waktu satu bulan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, hunian tersebut dibangun di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari program pembangunan 15.000 rumah melalui Danantara.

“Dalam satu bulan pascabencana, pemerintah bergerak cepat dengan telah menyelesaikan lebih dari 1.000 unit rumah hunian di tiga provinsi, bersamaan dengan pembangunan rumah lainnya serta perbaikan fasilitas publik secara bertahap,” ujar Teddy melalui unggahan di akun media sosial resmi @sekretariat.kabinet, dikutip di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, pada hari pertama tahun 2026, Kamis (1/1), Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung 600 unit pertama dari total 15.000 rumah hunian yang tengah dibangun Danantara. Peninjauan tersebut sekaligus dirangkai dengan rapat koordinasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Hunian di Aceh Tamiang dirancang sebagai kawasan permukiman layak huni dengan fasilitas lengkap, mulai dari akses internet atau wifi gratis, air bersih, listrik, tempat ibadah, hingga area bermain anak. Kawasan tersebut juga terhubung dengan jalan utama guna memudahkan mobilitas warga.

Teddy merinci, pada lahan seluas 5,5 hektare yang merupakan aset milik BUMN, pemerintah tengah membangun sebanyak 2.500 unit rumah hunian. Selain itu, di seberang kawasan tersebut juga telah tersedia hunian tetap seluas 3,5 hektare.

“Pemerintah membangun hunian yang layak dan cepat. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mendata serta mengatur warga terdampak bencana yang akan menempati rumah hunian tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh hunian dibangun dengan memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan, seperti tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses ke jalan besar, fasilitas umum, serta lokasi yang dekat dengan tempat tinggal dan mata pencaharian warga terdampak.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *