Kota Bogor, Denting.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik 12 pejabat yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026).
Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan kinerja birokrasi, terutama pada sektor keuangan, politik, hingga kesehatan masyarakat.
Rotasi dan Promosi Jabatan Strategis
Dalam arahannya, Dedie Rachim menekankan bahwa pergeseran jabatan ini adalah hal yang lumrah dalam organisasi pemerintahan sebagai upaya penyegaran. Beberapa posisi kunci yang kini memiliki pimpinan baru di antaranya adalah Kepala BKAD, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Dinas Kesehatan.
“Ini sebuah proses yang rutin dan lumrah dilaksanakan di setiap organisasi termasuk di Pemerintahan Kota Bogor. Artinya ada rotasi, ada mutasi, ada promosi itu hal yang biasa dan hari ini ada 12 yang dilantik. Salah satunya adalah Kepala BKAD dan Kesbangpol serta Kepala Dinkes dan selebihnya ada sekdis dan lainnya,” ujar Dedie Rachim.
Wali Kota berharap para pejabat eselon II yang terpilih mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan prestasi nyata. “Tunjukkan kepada masyarakat bahwa bapak dan ibu mampu memberikan prestasi terbaik, memberikan pelayanan terbaik, khususnya untuk masyarakat Kota Bogor,” tegasnya.
Penerapan Merit System Secara Objektif
Menjawab isu mengenai transparansi pengisian jabatan, Dedie menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan ini didasarkan pada penilaian kinerja yang objektif atau merit system. Ia menjamin tidak ada faktor subjektivitas dalam penentuan pejabat yang dilantik.
“Ini salah satu dari seluruh rangkaian proses organisasi Pemerintah Kota Bogor dalam menerapkan merit system. Jadi ini semua dilandaskan pada penilaian objektif, tidak ada penilaian subjektif,” ungkap Dedie.
Proses Pengisian Jabatan Kosong Masih Berlanjut
Terkait beberapa posisi yang saat ini masih kosong, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Bogor masih mengikuti prosedur administrasi yang cukup ketat sesuai dengan regulasi nasional.
“Untuk kekosongan jabatan yang masih ada, itu berproses ya. Saat ini kan prosesnya agak rigid, bukan hanya ke BKN kemudian ada Kemendagri dan sebagainya. Prosesnya masih panjang,” jelasnya.
Selain melantik para pejabat struktural, dalam kesempatan yang sama Wali Kota juga mengukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bogor untuk periode mendatang.

