Jakarta, denting.id – Kapur barus kerap identik dengan aroma khas di dalam lemari pakaian. Namun, di balik baunya yang menyengat, benda kecil ini menyimpan beragam manfaat yang bisa dimaksimalkan untuk menunjang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Dengan kandungan senyawa aromatik aktif, kapur barus tidak hanya berfungsi sebagai pengharum, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pengusir hama hingga pengendali bau. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami kegunaan lain kapur barus serta cara aman menggunakannya.
Salah satu manfaat utama kapur barus adalah mengusir serangga. Aroma tajam yang dihasilkannya tidak disukai kecoa, semut, nyamuk, hingga kutu kecil. Kapur barus bisa diletakkan di sudut ruangan, kolong wastafel, atau area lembap yang kerap menjadi sarang serangga. Cara ini dinilai praktis dan ekonomis tanpa perlu menggunakan semprotan kimia.
Selain serangga, tikus juga cenderung menjauhi bau kapur barus. Meletakkannya di jalur yang sering dilalui hewan pengerat, seperti dapur atau area penyimpanan, dapat membantu mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Meski tidak membasmi, metode ini efektif sebagai langkah pencegahan awal.
Manfaat lain kapur barus adalah membantu mengurangi kelembapan dan bau apek di ruangan tertutup. Lemari, gudang, atau tempat penyimpanan yang jarang dibuka dapat terasa lebih kering dengan meletakkan kapur barus di dalamnya. Kondisi ini juga dapat memperlambat pertumbuhan jamur, meski tetap perlu didukung sirkulasi udara yang baik.
Kapur barus juga sering dimanfaatkan untuk menghilangkan bau tidak sedap pada sepatu. Dengan memasukkan beberapa potong kapur barus ke dalam sepatu dan membiarkannya semalaman, aroma tak sedap dapat berkurang. Namun, kebersihan kaki dan kondisi sepatu tetap perlu dijaga agar hasilnya optimal.
Di area dapur, kapur barus dapat membantu menekan bau pada tempat sampah. Aroma kamper mampu mengurangi bau dari sisa makanan dan sampah basah jika diletakkan di bagian dasar atau di sekitar tempat sampah. Cara ini akan lebih efektif bila diiringi kebiasaan mengganti kantong sampah secara rutin.
Meski memiliki banyak kegunaan, kapur barus tetap perlu digunakan secara aman. Hindari menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu, kapur barus sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu lama.
Penggunaan di ruangan tertutup juga harus disertai sirkulasi udara yang baik agar aromanya tidak terlalu kuat dan mengganggu pernapasan. Dengan pemakaian yang tepat dan bijak, kapur barus dapat menjadi solusi praktis dan multifungsi untuk kebutuhan rumah tangga tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

