Denting.id– Kota Bogor resmi menjadi pembuka rangkaian Pra-Kongres Boemipoetra Nusantara ke-II. Bertempat di Aula Sri Baduga, Sabtu (24/1/2026), forum ini mengumpulkan purnawirawan TNI, akademisi, hingga aktivis muda untuk membedah masa depan kedaulatan bangsa dengan tema “Wujudkan Visi Pribumi di Tanah Negeri Sendiri.”
Acara ini merupakan konsolidasi awal dari tujuh kota yang direncanakan, sebelum nantinya memuncak pada Kongres besar di Makassar, Oktober mendatang.
Sorotan terhadap Amandemen Konstitusi
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pergeseran aturan hukum pasca-amandemen UUD 1945. Ahli Politik Etnisitas, Dr. M.D. La Ode, melontarkan kritik keras mengenai hilangnya frasa “orang Indonesia asli” dalam syarat calon Presiden.
“Jika jabatan pemimpin dari tingkat Wali Kota hingga Presiden tidak dipegang oleh pribumi, kita secara perlahan sedang menuju kondisi bangsa yang terjajah kembali,” tegas La Ode.
Kembali ke Jati Diri Bangsa
Dukungan terhadap penguatan pertahanan juga datang dari Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijianto. Mantan Menkopolhukam ini mengajak masyarakat mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan ekonomi dan militer agar tidak mudah dipermainkan negara lain.
Sementara itu, Marsekal Madya TNI (Purn) Kisenda Wiranata Kusumah menyoroti sistem demokrasi saat ini yang dinilai terlalu transaksional. Ia merindukan adanya kembali sistem Utusan Daerah dan Utusan Golongan untuk menjaga kearifan lokal.
“Siapa yang punya uang dan populer bisa masuk (politik). Kita perlu mengembalikan marwah UUD 1945 agar visi pendiri bangsa tidak melenceng,” ujar Kisenda.
Dukungan Pemerintah Kota Bogor
Pemkot Bogor menyambut baik forum diskusi ini. Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, yang hadir mewakili Wali Kota, berharap forum ini menghasilkan rekomendasi nyata bagi pemerintah pusat.
“Semoga forum ini menjadi motor penggerak agar masyarakat Indonesia mampu menjadi tuan di negerinya sendiri,” harapnya.

