Komisi VII DPR Tegas: Investasi Asing Jangan Matikan UMKM Lokal

Jakarta, denting.id – Arus investasi asing yang deras ke Indonesia diingatkan agar tidak justru menggerus pelaku usaha kecil di daerah. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan Penanaman Modal Asing (PMA) harus diarahkan secara selektif agar UMKM lokal tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Chusnunia menyatakan dukungannya terhadap pencabutan 267 Nomor Induk Berusaha (NIB) PMA di Bali yang tidak mampu memenuhi komitmen investasi minimal Rp10 miliar. Menurutnya, langkah tegas tersebut diperlukan sebagai bentuk perlindungan terhadap usaha kecil yang dikelola masyarakat lokal.

“Investor asing harus didorong masuk ke proyek-proyek besar yang padat modal. Jadi bukan hanya soal besaran modal, tapi juga bidang usahanya perlu diatur agar UMKM tidak tergerus oleh masuknya pemodal asing secara masif,” ujar Chusnunia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Ia menilai pengaturan investasi menjadi krusial agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Kebijakan investasi, lanjutnya, harus menitikberatkan pada kualitas dan dampak jangka panjang, bukan semata-mata kuantitas angka investasi.

Chusnunia juga menyoroti maraknya praktik nominee, yakni penggunaan identitas Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pihak asing untuk menguasai lahan dan aset properti tanpa terdeteksi sebagai kepemilikan WNA.

“Di lapangan masih banyak ditemukan praktik penggunaan identitas WNI oleh pihak asing untuk menguasai lahan dan aset bisnis,” katanya.

Berdasarkan data realisasi investasi Bali periode Januari hingga Desember 2025, total investasi tercatat mencapai Rp42,8 triliun. Namun di balik angka tersebut, Chusnunia mengungkap masih adanya persoalan, mulai dari penyalahgunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) hingga pelanggaran komitmen investasi.

Ia menegaskan akan terus mendorong penguatan pengawasan investasi asing oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali guna menekan praktik yang merugikan lingkungan serta perekonomian lokal.

“Kita berharap investasi di Bali mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *