Gema Bangsa Tegas Dukung Prabowo 2029: Bukan Numpang Kekuasaan, Tapi Taruhan Sejarah

Jakarta, denting.id – Partai Gema Bangsa menegaskan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 sebagai pilihan politik ideologis, bukan manuver pragmatis atau sekadar menumpang kekuasaan yang sedang berjalan.

Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menyatakan dukungan tersebut merupakan keputusan sadar yang penuh risiko, dengan menempatkan Prabowo sebagai figur transisi sejarah untuk memutus struktur lama yang dinilai membuat Indonesia terjebak sebagai bangsa setengah merdeka.

“Ini bukan soal kekuasaan jangka pendek. Ini tentang menempatkan Prabowo sebagai alat sejarah, sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang menghambat kemandirian bangsa,” ujar Joko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menurut Joko, hingga saat ini Indonesia masih menghadapi persoalan struktural serius, mulai dari dominasi modal besar, kepentingan global, hingga oligarki domestik yang mengendalikan arah kebijakan ekonomi dan politik.

Dalam konteks tersebut, Prabowo tidak diposisikan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai fase penting dalam proses konsolidasi negara menuju kedaulatan penuh.

“Prabowo bukan figur biasa. Ia adalah fase transisi yang telah membuktikan keberpihakan pada kepentingan rakyat dan mengembalikan martabat bangsa di mata dunia,” katanya.

Joko menegaskan dukungan pada Pilpres 2029 harus dibaca sebagai upaya merebut kembali negara dari pengaruh pemilik modal, perampok sumber daya alam, serta makelar kekuasaan yang selama ini menggerogoti kedaulatan nasional.

Ia menyebut periode 2029–2034 sebagai masa krusial untuk konsolidasi negara, dengan agenda utama memperkuat kedaulatan ekonomi, menegakkan kembali wibawa negara atas pasar, serta memutus ketergantungan struktural terhadap asing dan oligarki.

“Indonesia tidak akan pernah besar jika negara terus kalah dari uang. Tidak akan bermartabat jika kebijakan publik ditulis oleh kepentingan korporasi,” tegasnya.

Partai Gema Bangsa juga menekankan bahwa dukungan terhadap Prabowo bukanlah dukungan buta. Dukungan tersebut disertai syarat tegas agar negara berada di atas oligarki, politik lebih berdaulat dari modal, dan ekonomi kembali tunduk pada kepentingan nasional.

Joko menambahkan roadmap politik menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah agenda seremonial, melainkan roadmap pertarungan yang menuntut keberanian politik untuk memutus masa lalu.

“Jika 2029 adalah pintu, maka Prabowo harus menjadi palu yang menghancurkan engsel lama. Jika 2045 adalah tujuan, maka hari ini adalah medan tempur penentu,” ujarnya.

Partai Gema Bangsa menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo periode 2024–2029 serta mendukung keberlanjutan kepemimpinan pada 2029 demi memastikan visi kemandirian dan kedaulatan bangsa tidak berhenti sebagai slogan, melainkan terwujud nyata hingga 2045.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *