Denting.id – Laga Barcelona vs FC Copenhagen akan menjadi penentuan nasib kedua tim pada matchday terakhir fase liga Liga Champions di Camp Nou. Blaugrana dituntut meraih kemenangan dengan margin gol besar demi mengamankan posisi delapan besar klasemen dan lolos otomatis ke fase gugur.
Saat ini, Barcelona menempati peringkat kesembilan dengan koleksi 13 poin. Mereka tertinggal selisih gol dari sejumlah tim di atasnya, di mana delapan tim memiliki poin yang sama. Kondisi ini membuat produktivitas gol menjadi faktor krusial dalam perebutan tiket langsung ke babak 16 besar.
Di sisi lain, FC Copenhagen juga datang dengan ambisi besar. Wakil Denmark tersebut masih memiliki peluang melaju ke babak play-off fase gugur. Copenhagen kini berada di posisi ke-26 dengan delapan poin, hanya terpaut dua tingkat dari zona kualifikasi.
Barcelona memiliki rekor yang sangat meyakinkan saat berhadapan dengan tim asal Denmark di kompetisi Eropa. Dari delapan pertemuan terakhir, Blaugrana tidak pernah kalah dengan catatan enam kemenangan dan dua hasil imbang, serta hanya kebobolan dua gol.
Catatan head-to-head di Liga Champions juga berpihak pada Barcelona. Pada fase grup musim 2010/2011, tim Catalan menang 2-0 di Camp Nou dan bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Copenhagen.
Produktivitas gol menjadi modal utama Barcelona jelang laga krusial ini. Tim asuhan Hansi Flick tercatat selalu mencetak gol dalam 26 dari 27 pertandingan terakhir Liga Champions, serta tidak pernah bermain imbang tanpa gol dalam 42 laga Eropa terakhir mereka.
Pertandingan ini juga menghadirkan sorotan khusus pada Roony Bardghji. Pemain muda berbakat tersebut kini membela Barcelona setelah direkrut dari Copenhagen pada musim panas 2025. Selama empat musim bersama klub Denmark itu, Bardghji mencetak 15 gol dari 84 penampilan.
Selain Bardghji, performa Fermin Lopez juga patut diperhatikan. Gelandang muda Spanyol tersebut tampil impresif dengan torehan lima gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak Barcelona sekaligus pemain Spanyol tersubur di Liga Champions musim ini.
Meski berstatus tim tamu, Copenhagen datang dengan kepercayaan diri cukup tinggi. Mereka tidak terkalahkan dalam tiga laga terakhir Liga Champions dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, menyamai rekor terpanjang klub tanpa kekalahan di kompetisi elite Eropa.
Copenhagen juga berpeluang mencatat sejarah sebagai tim Denmark pertama yang mencapai 50 kemenangan sepanjang keikutsertaan di ajang European Cup dan Liga Champions. Namun, mereka memiliki rekor kurang meyakinkan saat menghadapi klub Spanyol, dengan hanya satu kemenangan dari 16 pertemuan.
Menariknya, kemenangan tersebut terjadi pada pertemuan terakhir kontra wakil Spanyol, saat Copenhagen menaklukkan Villarreal dengan skor 3-2.
Laga ini turut menyajikan kisah emosional melalui sosok Jordan Larsson. Putra legenda Swedia Henrik Larsson itu pernah menimba ilmu di akademi La Masia sebelum kini menjadi bagian penting dari skuad Copenhagen.
Baca juga: Napoli Diterpa Badai Jelang Hadapi Chelsea, Conte: Belum Akan Berakhir
Dengan kepentingan besar di kedua kubu, laga Barcelona vs Copenhagen diprediksi berlangsung terbuka. Barcelona memburu kemenangan besar demi tiket otomatis ke fase gugur, sementara Copenhagen berjuang memanfaatkan peluang terakhir mereka untuk tetap bertahan di Liga Champions.

