Jakarta, denting.id – Pesatnya pertumbuhan sektor industri di berbagai daerah dinilai belum diiringi kesiapan sumber daya manusia. Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief pun menyoroti lemahnya keterhubungan antara lembaga pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.
Hendry menegaskan, daerah dengan geliat industri tinggi membutuhkan SDM berkualitas. Namun realitas di lapangan menunjukkan koordinasi antara lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan industri masih minim.
“Kami sudah berkunjung ke beberapa wilayah di Indonesia. Selalu kami tanyakan soal koordinasi antara industri dan lembaga pendidikan, dan faktanya belum terhubung dengan baik,” kata Hendry dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Hendry saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan, Sumatera Utara. Ia menilai lembaga pendidikan dan sektor industri selama ini masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga lulusan yang dihasilkan kerap tidak sesuai dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.
“Akibatnya, pelajar atau mahasiswa yang lulus belum memenuhi kualifikasi dan standar yang dibutuhkan dunia industri,” ujarnya.
Menurut Hendry, BDI Medan yang berada di bawah Kementerian Perindustrian dan membawahi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) seharusnya menjadi simpul utama pemetaan kebutuhan SDM industri. Wilayah kerja BDI Medan mencakup lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Ia menekankan, khususnya Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yang menjadi daerah dengan pertumbuhan industri tertinggi di Sumatera, membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil dalam jumlah besar.
“Oleh karena itu, kami mendorong BDI Medan segera membentuk lembaga pendidikan vokasi yang benar-benar link and match dengan kebutuhan industri,” tegas Hendry.
Ia optimistis langkah tersebut akan mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah, calon tenaga pendidik, hingga pelaku industri.
“Kita yakin rencana ini akan disambut hangat, karena semua pihak berkepentingan agar SDM kita siap kerja dan industri bisa berkembang,” pungkasnya.

