Bogor,Denting.id-Kerusakan drainase di salah satu jalur jalan nasional menyebabkan aliran air menggerus tanah di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut mendorong percepatan perbaikan guna mencegah dampak yang lebih luas, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Penanganan jalan amblas sholeh iskandar Syidik, menjelaskan bahwa permasalahan bermula dari drainase yang pecah sehingga aliran air tidak terkendali dan mengikis tanah di area tersebut.
“Permasalahan ini terjadi karena adanya drainase yang pecah, sehingga aliran air menggerus tanah di area tersebut,” ujar Syidik
Ia mengatakan, “langkah awal yang dilakukan adalah mengerahkan tenaga ahli cross-train dari bagian tol untuk mempercepat proses perbaikan,”kata syidik.
Upaya tersebut difokuskan pada penggantian komponen yang rusak agar sistem aliran air kembali normal.
“Untuk menanganinya, saya mengerahkan tenaga ahli cross-train langsung dari bagian tol. Meskipun saat ini kami terkendala karena tidak adanya adaptor, penanganan utama tetap difokuskan pada penggantian komponen yang rusak agar aliran air dapat berfungsi normal kembali,” katanya.
“perbaikan drainase ini bersifat krusial karena jika tidak segera ditangani, air berpotensi meluap dan menyebabkan banjir ke area luar .Padahal, sistem pembuangan air dari tol seharusnya langsung dialirkan menuju sungai,”lanjut Syidik
“Hal ini sangat krusial karena jika dibiarkan, air akan meluap dan menyebabkan banjir ke area luar; padahal seharusnya pembuangan air dari tol dialirkan langsung menuju sungai,” jelasnya.
Sebagai jalur jalan nasional dengan mobilitas tinggi, percepatan perbaikan menjadi prioritas utama.
Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum periode mudik Lebaran untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Mengingat ini adalah jalur jalan nasional, kami berkomitmen untuk bekerja secepat mungkin dan mengusahakan agar seluruh perbaikan sudah selesai sebelum masa mudik Lebaran. Semua titik sudah kami cek untuk memastikan penanganan berjalan tepat,” tutup Syidik.
Hingga saat ini, proses perbaikan masih berlangsung dengan pengawasan teknis di setiap titik terdampak guna memastikan sistem drainase kembali berfungsi optimal serta meminimalkan risiko gangguan saat arus mudik berlangsung.

