Denting.id – Real Madrid mulai menemukan stabilitas permainan di bawah komando pelatih anyar Alvaro Arbeloa. Formasi 4-4-2 yang diterapkan dalam tiga laga terakhir La Liga terbukti efektif dan menghadirkan hasil konkret: tiga kemenangan beruntun.
Teranyar, Los Blancos menaklukkan Real Sociedad dengan skor 4-1 pada pekan ke-24 La Liga, Minggu (15/2) dini hari WIB di Santiago Bernabeu. Performa dominan itu menegaskan bahwa perubahan taktik bukan sekadar eksperimen, melainkan formula yang mulai matang.
Keputusan Arbeloa meninggalkan 4-3-3 dan 4-2-3-1 menjadi titik balik. Kekalahan 2-4 dari Benfica di ajang UEFA Champions League sebelumnya memperlihatkan rapuhnya struktur pertahanan Madrid. Sejak saat itu, 4-4-2 hadir sebagai solusi taktis yang lebih rasional.
Dengan model diamond di lini tengah, Madrid tampil lebih kompak dan efisien. Arda Guler diberi peran lebih ofensif sebagai penghubung antar lini, sementara Vinicius Junior berduet dengan Gonzalo Garcia di lini depan. Kombinasi ini menghadirkan dinamika baru dalam skema permainan El Real.
Dalam duel kontra Sociedad, Arbeloa kembali menurunkan 4-4-2 berbentuk diamond. Struktur ini membuat Madrid unggul di koridor tengah sekaligus tetap memiliki dua opsi langsung saat melakukan serangan balik. Pergerakan Arda membuka ruang bagi Vinicius dan Gonzalo Garcia yang konsisten melakukan penetrasi vertikal.
“Dengan tipe pemain yang kami miliki, jika kami ingin melakukan serangan balik, itu memungkinkan kami untuk melakukannya dengan dua pemain di depan,” ujar Arbeloa di situs resmi klub.
Transisi cepat kini menjadi senjata utama. Madrid tak lagi terlalu bergantung pada penguasaan bola statis. Sebelumnya, mereka juga sukses menundukkan Rayo Vallecano (2-1) dan Valencia CF (2-0), yang semakin menguatkan efektivitas pendekatan anyar tersebut.
Perubahan paling mencolok dari 4-4-2 adalah stabilitas defensif. Saat kalah dari Benfica, struktur pertahanan Madrid kerap terpecah dan mudah ditembus. Dengan tiga gelandang sentral dalam skema diamond, area tengah kini lebih tertutup dan tim tampil lebih kompak.
“Secara defensif, ini adalah struktur yang tidak hanya digunakan oleh kami tetapi juga oleh banyak tim karena menutup koridor tengah, tempat Anda memiliki pemain terbanyak, dan memungkinkan Anda untuk tetap lebih kompak,” kata Arbeloa.
Berdasarkan data Transfermarkt, 4-4-2 menjadi formasi ketiga yang digunakan Arbeloa sejak menangani Madrid musim ini. Setelah sempat memakai 4-3-3 pada empat laga awal dan beralih ke 4-2-3-1 saat kalah dari Benfica, kini 4-4-2 menjadi titik keseimbangan baru.
Baca juga: Real Madrid Bidik Puncak Klasemen, Sociedad Jadi Ujian di Bernabeu
“Kami masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan, dan yang terpenting, saya sangat senang karena di luar sistem, usaha, kerja sama tim, mentalitas, dan semangat tim adalah hal yang mendasar,” tutup Arbeloa.

