Denting.id – Persib Bandung menghadapi laga penentuan saat menjamu Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 2025/26. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026).
Maung Bandung berada dalam tekanan setelah kalah 0-3 pada leg pertama. Situasi itu membuat Persib wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk menjaga asa lolos ke perempat final.
Pelatih Bojan Hodak diprediksi akan menerapkan pendekatan menyerang sejak menit awal. Gol cepat menjadi kebutuhan mutlak untuk membangun momentum kebangkitan di hadapan bobotoh.
Sejumlah pemain dinilai bisa menjadi pembeda dalam misi mengejar defisit agregat tersebut.
Andrew Jung Jadi Tumpuan Lini Depan
Andrew Jung menjadi figur sentral di lini serang Persib. Penyerang asal Prancis itu tampil konsisten sepanjang musim dengan torehan lima gol dari 13 penampilan di BRI Super League 2025/26.
Di ajang ACL 2, Jung juga mencatatkan empat gol dari tujuh laga. Ketajamannya di kotak penalti diharapkan mampu mengisi kekosongan produktivitas, terutama saat Ramon Tanque belum stabil dan Sergio Castel masih beradaptasi.
Uilliam Barros Beri Dimensi Berbeda
Selain Jung, Uilliam Barros menjadi opsi penting di lini depan. Pemain asal Brasil itu memiliki fleksibilitas bermain sebagai winger maupun penyerang tengah.
Barros mencatatkan tujuh gol dari 19 laga liga domestik serta dua gol di ACL 2. Kecepatannya di sisi kanan dan kemampuan duel satu lawan satu diharapkan mampu merepotkan lini pertahanan Ratchaburi.
Thom Haye, Kunci Keseimbangan
Di lini tengah, Thom Haye memegang peran vital sebagai pengatur ritme permainan. Gelandang Timnas Indonesia itu dikenal memiliki visi bermain serta distribusi bola jarak jauh yang akurat.
Tugas Haye kian berat karena Marc Klok masih dalam masa pemulihan cedera. Absennya Klok membuat Haye harus tampil lebih disiplin dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Baca juga: Persib Usung Misi Remontada, Hadapi Ratchaburi FC dengan Tekad Balikkan Agregat 0-3
Dengan kombinasi ketajaman lini depan dan kontrol lini tengah, Persib berharap mampu menciptakan malam magis di GBLA demi membalikkan keadaan dan menjaga mimpi melaju lebih jauh di kancah Asia.

