Denting.id – Kompetisi Premier League dilaporkan akan tetap melanjutkan kebijakan menghentikan pertandingan sejenak agar pemain Muslim dapat berbuka puasa selama bulan suci Ramadan 2026.
Dalam hitungan hari ke depan, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut Ramadan. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, para pesepak bola Muslim yang merumput di Liga Inggris tetap menjalankan ibadah puasa.
Sepanjang pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2026—rentang waktu Ramadan tahun ini—Premier League dijadwalkan memainkan total lima pertandingan. Jika dikalkulasikan, setiap klub berpotensi bertanding rata-rata enam hari sekali. Bahkan, sejumlah tim juga harus tampil di kompetisi lain seperti UEFA Champions League, sehingga jadwal bisa semakin padat.
Dengan intensitas tersebut, ada kemungkinan beberapa klub menjalani tiga pertandingan dalam sepekan, kondisi yang tentu menguras fisik, terutama bagi pemain yang berpuasa.
Untuk memberikan kemudahan, operator Liga Inggris kembali menerapkan prosedur jeda singkat saat pertandingan berlangsung. Jeda ini memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa tanpa mengganggu jalannya laga.
Sebagian besar pertandingan Premier League digelar pukul 16.30 atau 17.30 waktu setempat pada akhir pekan. Sementara waktu matahari terbenam di Inggris selama Ramadan berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat. Karena itu, wasit akan menghentikan laga sesaat di momen yang tidak krusial, seperti saat tendangan bebas, lemparan ke dalam, atau tendangan gawang.
Kapten tim dan ofisial pertandingan akan lebih dulu berdiskusi sebelum laga dimulai untuk menentukan waktu jeda yang tepat, sehingga seluruh pihak memahami prosedur tersebut.
Kebijakan ini bukan hal baru. Prosedur serupa telah diterapkan sejak 2021. Momen pertama kali wasit menjeda pertandingan terjadi pada April 2021 saat Leicester City F.C. menghadapi Crystal Palace F.C.. Saat itu, Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate berbuka puasa di pinggir lapangan menggunakan energy gel.
Selain dukungan dari liga, sejumlah klub juga memberi perhatian khusus kepada para pemainnya. Pada 2022, Liverpool F.C. sempat menyesuaikan porsi latihan bagi Sadio Mane agar tetap dapat menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Real Madrid Curi Kemenangan 1-0 atas Benfica, Laga Panas Diwarnai Isu Rasisme
Langkah berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Liga Inggris dalam menciptakan lingkungan kompetisi yang inklusif, sekaligus memastikan profesionalisme dan nilai spiritual dapat berjalan berdampingan di panggung sepak bola elite dunia.

