denting.id – Seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras di Jakarta pada Kamis (12/03) malam. Serangan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak dan tuntutan agar aparat segera mengusut tuntas pelaku serangan yang dinilai mengancam keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan serangan itu menyebabkan luka serius pada korban.
“Serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangan tertulis.
Kronologi Serangan
Menurut Dimas, serangan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta. Podcast tersebut membahas tema remiliterisme dan judicial review di Indonesia.
Usai serangan itu, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya.
Dugaan Upaya Membungkam Aktivis
KontraS menilai serangan tersebut sebagai upaya membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela HAM. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap pembela HAM dijamin dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Dimas juga meminta aparat kepolisian segera mengusut serangan tersebut.
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil,” ujarnya.
Aktivitas Korban Sebelum Serangan
Sebelum serangan terjadi, Andrie Yunus diketahui menjalani sejumlah aktivitas advokasi. Ia sempat meninggalkan kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios).
Pertemuan itu membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait aksi demonstrasi Agustus 2025. KontraS menyebut korban juga pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi setelah terlibat dalam aksi menolak rancangan undang-undang TNI pada Maret 2025.
Kronologi Penyerangan di Jalan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun KontraS, serangan terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.
Dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga jenis Honda Beat mendekati korban dari arah berlawanan sebelum melakukan serangan penyiraman air keras dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
KontraS menegaskan bahwa serangan terhadap pembela HAM merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan meminta aparat segera mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
