Jakarta, Denting.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan jajaran kabinetnya agar tidak menggelar acara open house secara berlebihan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia meminta para menteri memberi contoh kesederhanaan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3/2026).
“Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo.
Menurutnya, imbauan tersebut penting mengingat masih ada masyarakat di berbagai daerah yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk akibat bencana. Karena itu, para pejabat negara diharapkan menunjukkan sikap empati dan kesederhanaan kepada rakyat.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan berarti melarang sepenuhnya kegiatan open house. Ia menilai kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan secara wajar karena juga memiliki dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat, tapi kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak, ekonomi kita juga tidak jalan,” katanya.
Sementara itu, hingga kini pemerintah masih menunggu penetapan resmi tanggal Idulfitri 1447 Hijriah. Penentuan hari raya tersebut akan diputuskan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, libur Lebaran diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, tanggal pasti 1 Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat.
Baca juga: Prabowo Siapkan Banpres Rp839 Miliar untuk Pagar dan Restorasi Ekosistem di Way Kambas
Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan jadwal Idulfitri melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 H. Organisasi tersebut menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
