Trump Ancam Hancurkan Iran, Serangan di Timur Tengah Terus Meluas

Jakarta, Denting.id – Ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat. Presiden AS Donald Trump bahkan memperkeras retorikanya dengan mengancam akan menghancurkan rezim Iran sepenuhnya.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya siap menghancurkan Iran melalui kekuatan militer, ekonomi, dan berbagai langkah lainnya.

“Kami akan menghancurkan sepenuhnya rezim teroris Iran, secara militer, ekonomi, dan dengan cara lain,” tulis Trump.

Trump juga mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh, mulai dari angkatan laut hingga angkatan udara. Ia menegaskan bahwa rudal, drone, dan persenjataan lainnya milik Iran akan dihancurkan.

Presiden AS tersebut bahkan menyebut para pemimpin Iran sebagai pihak yang “terganggu jiwanya” dan menyatakan bahwa membunuh mereka merupakan “kehormatan besar”.

Meski Trump sebelumnya menyatakan perang dengan Iran dapat segera berakhir, serangan dari Iran dan kelompok milisi sekutunya terhadap Israel serta negara-negara di kawasan Timur Tengah masih terus terjadi.

Pada Jumat dini hari, serangan rudal dilaporkan menghantam wilayah Sarsir di utara Israel. Menurut layanan penyelamat Magen David Adom, puluhan orang mengalami luka-luka dan sejumlah rumah rusak di kota yang terletak dekat Nazareth tersebut.

Serangan juga dilaporkan menyasar negara-negara Teluk. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat sejumlah drone, sementara di Oman dua orang dilaporkan tewas akibat drone yang jatuh. Di Dubai, Uni Emirat Arab, puing proyektil yang ditembak jatuh dilaporkan menghantam bangunan di dekat pusat keuangan kota tersebut.

Di wilayah Kurdi, Erbil, Irak, seorang anggota tentara Prancis dilaporkan tewas dalam serangan. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam kejadian tersebut dan menyebut serangan itu tidak dapat diterima.

Sementara itu, militer AS juga kehilangan sebuah pesawat tanker di Irak yang menewaskan empat awaknya. Komando militer AS menyatakan insiden tersebut bukan akibat tembakan musuh, meskipun sebuah milisi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut.

Di sisi lain, militer Israel meluncurkan gelombang serangan baru terhadap ibu kota Iran, Teheran, dengan target infrastruktur yang disebut terkait dengan rezim Iran. Israel juga kembali menyerang target di Lebanon untuk melemahkan milisi Hezbollah, termasuk membombardir Jembatan Srarieh di atas Sungai Litani.

Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan seluruh sumber daya militer Amerika saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran, termasuk terkait situasi blokade di Selat Hormuz.

Di tengah situasi tersebut, harga minyak dunia melonjak hingga sekitar 100 dolar AS per barel. Pemerintahan Trump bahkan memberikan izin sementara bagi sejumlah negara untuk membeli minyak dari Rusia hingga 11 April guna menjaga stabilitas pasar energi global.

Kebijakan itu menuai kritik dari Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia merupakan langkah yang keliru.

Baca juga: Presiden Iran Tegaskan Syarat Akhiri Perang dengan Israel

Sementara itu, utusan Kremlin Kirill Dmitriev menyatakan keputusan tersebut menunjukkan bahwa tanpa pasokan minyak Rusia, pasar energi global akan sulit tetap stabil.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai