BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan menyiagakan sedikitnya 22 Rumah Sakit dan 25 Puskesmas untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kebutuhan penanganan medis selama arus mudik, hari raya, hingga arus balik yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 212 personel medis yang didukung oleh 25 unit ambulans Puskesmas, 4 ambulans PSC, serta 6 unit ambulans motor untuk respons cepat.
Selain fasilitas permanen, tujuh Pos Pelayanan Kesehatan sementara juga didirikan di titik strategis seperti Terminal Baranangsiang, Simpang Yasmin, Bubulak, Simpang BORR, eks Bogor Plaza, PDAM, dan Simpang Empang untuk mendekatkan akses layanan kepada pemudik dan warga.
Dinas Kesehatan juga memastikan enam Puskesmas di berbagai korwil tetap memberikan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam penuh, termasuk layanan persalinan yang tersedia di 21 Puskesmas. Terkait pembiayaan, Erna menegaskan bahwa meski pelayanan administrasi kantor tutup pada 18 hingga 24 Maret 2026, sistem penjaminan bagi peserta BPJS Kesehatan dan Jamkesda tetap berjalan secara daring tanpa pemberlakuan batasan waktu pelaporan 3×24 jam selama masa libur.
Aspek keselamatan transportasi juga menjadi prioritas dengan digelarnya pemeriksaan kelaikan mengemudi bagi sopir bus di terminal dan berbagai pool bus pada 17 Maret 2026. Skrining kesehatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, alkohol, hingga tes urine NAPZA.
Pengemudi yang dinyatakan tidak laik berkendara diwajibkan untuk diganti oleh pihak operator bus dan dirujuk untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas layanan kesehatan di tengah periode cuti bersama.
“Kami menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan dan personel medis untuk memastikan respon cepat terhadap setiap kasus gawat darurat maupun kecelakaan lalu lintas selama masa libur Lebaran. Masyarakat diimbau untuk selalu membawa identitas diri dan kartu BPJS aktif, serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat selama perjalanan mudik agar terhindar dari penyakit menular maupun keracunan pangan. Kehadiran pos kesehatan dan PSC 119 adalah bentuk jaminan pemerintah agar masyarakat Kota Bogor maupun pemudik dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, sehat, dan selamat,” kata Erna.
